Arik yang tewas di Bekasi ternyata pelaku perampokan
Merdeka.com - Teka-teki pelaku penganiayaan terhadap seorang pelajar di Kota Bekasi, Arik Saifuloh (17) sampai tewas akhirnya menemui titik terang. Rupanya Arik adalah pelaku perampokan yang dihajar korbannya sendiri di sekitar jembatan Summarecon Bekasi.
Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing mengatakan, hasil penyelidikan di lapangan menyebutkan bahwa Arik bersama dengan kawannya, Indra Yulianto awalnya berupaya merampas sebuah ponsel milik dua orang yang sedang swafoto di jembatan Summarecon pada Rabu (23/5) dini hari.
"AS dan IY datang membawa celurit, dan meminta paksa telepon seluler yang dibawa oleh korban," kata Erna di Bekasi, Jumat (25/5).
Ia mengatakan, polisi belum dapat mengidentifikasi kedua korban yang dirampok oleh Arik dan Indra. Menurut dia, kedua korban tidak memberikan ponselnya, sehingga pelaku Arik menyabetkan celurit sampai mengenai lengan korban.
"Terjadilah perkelahian, sampai akhirnya celurit berpindah tangan kepada pemilik HP yang dirampas," katanya.
Ia mengatakan, pemilik HP yang berhasil menguasai celurit membacok Arik dan kawannya. Alhasil, pelaku Arik tewas dengan luka bacok di perut, leher, dan kepala. Sedangkan, kawannya Indar selamat meskipun luka bacok di punggung dan kepala. Keduanya lari menuju ke rumah sakit.
"Kami masih menyelidiki orang yang hendak dirampas HP-nya ini," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, korban tewas mengaku diserang oleh sekelompok pemuda di Jalan Perjuangan. Hasil penyelidikan terhadap korban Indra, akhirnya mengungkap bahwa mereka hendak melakukan perampokan.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya