Ardinal, si 'anak jenderal' yang bentrok saat demo Trisakti
Merdeka.com - M. Ardinal, mahasiswa Universitas Trisakti yang terlibat bentrok dengan wartawan Sindo TV, Sukron saat unjuk rasa depan Istana Negara, Rabu (22/5) membantah dirinya sempat mengaku-ngaku sebagai 'anak Jenderal'. Aksi unjuk rasa memperingati 15 tahun Tragedi Trisakti di depan Istana Negara berujung bentrokan antara mahasiswa Trisakti dengan awak media yang sedang melakukan peliputan.
"Nggak ada kata-kata itu, tanya saja sama yang di lapangan," ujar Ardinal saat melakukan upaya mediasi antara pihak Universitas Trisakti dengan Internal redaksi Sindo TV di Balai Wartawan Polda Metro Jaya, Kamis (23/5).
Tidak hanya itu, Ardinal juga membantah tuduhan dirinyalah yang memulai pemukulan terhadap Sukron.
"Awalnya saat kejadian memang sempat ada dorong-dorongan mahasiswa dan polisi. Saat itu posisi saya di belakang barisan lagi makan sama teman," terang Ardinal.
Kemudian, lanjutnya, terjadilah permasalahan antar internat Satgab Universitas Trisakti dengan sejumlah mahasiswa Trisakti.
"Lalu berlanjut ke belakang. Nah kebetulan Satgab itu dorong adek saya, saya bilang ke Satgab kalau itu adek gua," cerita Ardinal. Setelah itu, Ardinal mengaku pihak Satgab memintanya bersabat.
"Niatnya saya mau melerai kericuhan itu. Saya yang bermasalah dengan Satgab," aku Ardinal.
Saat peristiwa dorong mendorong antar Satgab dan mahasiswa Trisakti terjadi, Ardinal menuturkan secara tiba-tiba Sukron datang.
"Setelah mukul saya, Sukron langsung lari ke belakang lalu dikejar sama junior-junior saya, terus Sukron ditahan lalu dipukul," kilah mahasiswa jurusan hukum tingkat akhir itu.
Pengakuan Ardinal ini aneh. Tidak masuk akal ada wartawan yang sedang bertugas meliput tiba-tiba datang dan memukul dirinya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya