Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arab Saudi diminta buat sistem peringatan dini di Masjidil Haram

Arab Saudi diminta buat sistem peringatan dini di Masjidil Haram crane jatuh di masjidil haram. ©twitter.com

Merdeka.com - Ketua Komisi VIII DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, sampai saat ini sebagian besar jamaah masih trauma atas musibah jatuhnya crane 11 September lalu yang menimbulkan puluhan korban jiwa dan ratusan korban luka.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah Saudi, khususnya otoritas mesjidil haram, untuk segera membuat early warning system di dalam dan di sekitar Masjidil Haram. Menurutnya, hal itu sangat diperlukan untuk menjaga ketenangan para jamaah haji dalam melaksanakan ibadah.

"Sampai hari ini, puluhan crane masih terpancang di dalam dan di sekitar masjidil haram. Setiap jamaah yang hendak masuk ke masjid, pasti akan melihat crane-crane tersebut. Tentu ada dampak psikologis bagi para jamaah," kata Saleh melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Kamis, (17/9).

Sebagai contoh, lanjut dia, pada hari Rabu (16/9) kemarin, terjadi kepanikan yang luar biasa di dalam mesjidil haram sesaat sebelum salat Subuh. Kepanikan itu terjadi hanya karena ada suara gemuruh yang tidak diketahui sumbernya.

Mendengar suara tersebut, para jamaah langsung bubar dari barisan salat masing-masing dan lari ke segala arah dengan meninggalkan semua barang bawaannya seperti sandal, tas, HP, dll. Dari raut wajahnya, kata dia, para jamaah tersebut kelihatan sangat takut dan berusaha menyelamatkan diri.

"Anehnya, tidak hanya jamaah yang berlari. Beberapa polisi yang bertugas pun terlebih dahulu berloncatan dan lari keluar mesjid. Karena polisi ikut lari, maka jamaah semakin panik dan terjadi saling dorong. Kalau ini sering terjadi, dikhawatirkan akan menimbulkan korban akibat saling dorong dan berdesakan antar sesama jamaah," ujarnya.

Melihat fenomena itu, sudah semestinya pemerintah Saudi dan otoritas mesjidil haram membuat early warning system di dalam dan di sekitar mesjidil haram. Selain itu, perlu dibuat jalur evakuasi resmi agar jamaah mengetahui ke arah mana mereka harus keluar jika terjadi hal-hal yang diduga membahayakan jamaah.

Inilah adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah Saudi yang selama ini menyebut dirinya sebagai khadimul haramain (pelayan dua tanah suci).

Sejalan dengan itu, PPIH daker Mekkah diminta segera memberitahukan prosedur keselamatan jika hal seperti itu terulang. Para petugas haji, karom, TPHD, TPHI dan temus perlu diberikan pengetahuan tambahan terkait upaya evakuasi jamaah dalam suasana darurat. Ini sangat penting dilakukan karena jumlah jamaah haji Indonesia yang paling besar di seluruh dunia.

"Walaupun usulan pembuatan early warning system itu penting, namun jangan terlalu berharap akan segera terwujud. Langkah-langkah preventif harus segera dipikirkan dan diinisiasi oleh pemerintah Indonesia," tandas Saleh.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP