Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apresiasi kunjungan Jokowi ke Afghanistan, Zulkifli Hasan bilang 'itu tak mudah'

Apresiasi kunjungan Jokowi ke Afghanistan, Zulkifli Hasan bilang 'itu tak mudah' Jokowi di Afghanistan. ©twitter.com/pramonoanung

Merdeka.com - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Afghanistan pada Senin (29/1) kemarin banyak menuai sorotan. Sebabnya, beberapa hari sebelum kedatangan Jokowi, negara tersebut berulang kali diteror guncangan bom.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan justru menanggapi positif kunjungan itu. Dia menilai, kunjungan ke Afganistan sangat penting dan alangkah lebih baik jika hasil pertemuan bisa ditindaklanjuti.

"Saya menyarankan hasil kunjungan Pak Presiden ditindaklanjuti juga agar ekonomi cepat meningkat, hubungan dengan yang lain juga meningkat. Buka penerbangan langsung. Antara Pakistan, India, dan Indonesia yang sekarang enggak pernah ada," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Selasa (30/1).

Apalagi, katanya, tidak mudah melakukan kunjungan ke Afghanistan seperti yang dilakukan Jokowi.

"Saya kira memang penting membuka hubungan lebih baik, lebih akrab. Karena kita punya hubungan sejarah," kata Ketua Umum PAN

"Jadi kita sambut gembira apa yang dilakukan Pak Jokowi ke Afghanistan, Pakistan, walaupun tidak mudah. Apalagi di sana kan ada masalah. Tentu kita apresiasi," tambah Zulkifli.

Di Afghanistan, pengawalan terhadap Jokowi sangat ketat. Jokowi naik mobil berlapis baja dan dua helikopter mengawal dari atas iring-iringan Presiden.

Setibanya di Istana Kepresidenan, Presiden Afganistan Ashraf Ghani langsung menyambut kedatangan Jokowi dengan upacara kenegaraan. Turunnya salju tak menghambat upacara tersebut.

Jokowi mengungkap, alasannya tetap menginjakkan kaki di Afghanistan sebagai bentuk solidaritas untuk negara Muslim yang tengah mengalami konflik tersebut. Menurut Jokowi, Umat Islam adalah korban terbanyak dari konflik, perang dan terorisme.

"Datanya sangat memprihatinkan: 76 persen serangan teroris terjadi di negara Muslim dan 60 persen konflik bersenjata di dunia terjadi di negara Muslim. Lebih jauh lagi, jutaan saudara-saudara kita harus keluar dari negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, 67 persen pengungsi berasal dari negara Muslim," tulis Jokowi dalam akun Facebook miliknya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP