Apa kata Ki Hajar Dewantara lihat pendidikan Indonesia sekarang?
Merdeka.com - Nyaris 71 tahun merdeka, pendidikan Indonesia belum menemukan tataran ideal. Ganti menteri, ganti kurikulum. Ganti pejabat, ganti sistem. Ditambahi ini itu yang menurut para pejabat bisa makin mencerdaskan anak bangsa.
Yang lagi hangat kini Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengusulkan full day school atau sekolah sepanjang hari. Muhadjir beralasan dari pada tak ada yang mengawasi karena orang tua bekerja, lebih baik anak belajar di sekolah sampai sore.
Baru diusulkan, niat Muhadjir ini sudah diprotes banyak pihak. Nyaris semua pihak keberatan. Orang tua, murid, guru, sampai pekerja kantoran di Jakarta yang merasa jalanan akan makin macet kalau harus pulang bareng anak sekolah.
Bagaimana konsep pendidikan yang dulu dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan Indonesia?
Pendiri Taman Siswa ini membangun pendidikan yang memanusiakan manusia dan membuat manusia bisa menguasai dirinya sendiri.
Ki Hajar Dewantara menawarkan sistem mengajar yang dinamakan sistem among. Menyokong kodrat alam anak-anak didik, bukan dengan perintah dan larangan. Tetapi dengan tuntunan dan bimbingan, sehingga perkembangan fisik dan batin anak tersebut dapat tumbuh sesuai potensinya.
Konsep tersebut dicetuskan 100 tahun lalu dan masih sangat relevan hingga hari ini. Justru pendidikan di negara-negara maju yang menggunakannya sekarang. Bagaimana potensi setiap anak dikembangkan dengan bimbingan dari gurunya.
"Aku hanya orang biasa yang bekerja untuk Indonesia dengan cara Indonesia. Namun yang penting kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin. Aku tak pernah mengkorup kekayaan negara."
Entah apa kata ki Hajar Dewantara jika melihat potret pendidikan saat ini.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya