Apa kabar ratu ekstasi Zarima?

Reporter : Mardani | Sabtu, 2 Februari 2013 08:25




Apa kabar ratu ekstasi Zarima?
Zarima ke BNN. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus narkoba yang menjerat artis muda Raffi Ahmad menambah panjang daftar hitam penggunaan narkoba di kalangan artis. Mantan pacar Yuni Shara itu dinyatakan positif menggunakan zat derivatives cathinone atau katinon oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Zat ini dapat menimbulkan keram jantung yang menimbulkan kematian jika pemakaiannya berlebihan. Raffi pun akhirnya ditetapkan menjadi tersangka oleh BNN, kemarin.

Soal narkoba, nama Zarima Mirafsur sepertinya tak asing di telingga. Wanita yang lahir pada 3 Desember 1974 itu pernah berurusan dengan hukum karena kasus narkoba. Ratu ekstasi itu ditangkap polisi kali pertama pada Agustus 1996 karena kedapatan memiliki 29.667 butir ekstasi.

Zarima sempat kabur ke Houston, Amerika Serikat (AS) padahal saat itu dia tengah ditahan polisi. Namun, Zarima akhirnya berhasil ditangkap petugas Polri bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Badan Anti-narkotika AS (DEA), di sebuah pasar swalayan di Houston.

Di negeri Paman Sam itu, Zarima sempat disidang karena pemalsuan dokumen yang dilakukan. Alhasil, Zarima sempat menghuni Liberty County Jail di bawah pengawasan US Immigration Naturalition Service Texas.

Setelah itu, Zarima dideportasi ke Indonesia untuk menjalani pengadilan atas kasus narkobanya. Zarima akhirnya diputus bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman penjara.

Zarima kembali terjerat kasus narkoba pada tahun 2000. Akibatnya, wanita cantik itu divonis tiga tahun penjara. Zarima bebas saat HUT RI ke-58 pada 17 Agustus 2003. Setelah bebas dari penjara, Zarima sempat beberapa kali berniat berkarir di dunia politik salah satunya adalah berniat maju sebagai calon Bupati Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dan calon anggota DPR RI. Namun niat tersebut tak kesampaian.

Kasus Raffi Ahmad rupanya menarik perhatian Zarima. Wanita cantik itu, Jumat (1/2) kemarin mendatangi BNN. Meski tak mengakui kedatangannya itu untuk menjenguk Raffi, Zarima mengajak Raffi menjalankan rehabilitasi di yayasan anti-narkoba yang dimilikinya.

"Kebetulan saya punya yayasan rehabilitasi jadi saya bekerjasama dengan BNN. Saya membantu para korban pengguna narkoba untuk kita sembuhkan di yayasan saya, kita usahakan untuk bisa direhab," ujar Zarima di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Zarima menilai perkara Raffi mirip dengan kasus narkoba yang menimpanya dulu. Pada saat itu, ekstasi belum bisa dijerat pasal karena belum tercantum dalam Undang-undang Narkotika.

"Kalau pengalaman saya kan sudah berlalu. Proses memang lama waktu itu, saya tinggal menunggu karena memang banyak tahapan-tahapan yang sudah dilalui. Memang tahapan proses yang harus dilalui memang memakan waktu dan sangat melelahkan," ujar Zarima.

Saat ini, Zarima mengaku lebih konsentrasi menyembuhkan para korban pecandu narkotika di yayasan yang dimilikinya. Dia juga mengaku sudah menjadi pengusaha sekarang.

"Saya berbeda. Saya sudah menjadi seorang pengusaha sekarang," katanya

[dan]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart People Share This
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Paripurna pengunduran Jokowi, DPRD DKI ramai tentara bersenjata
  • Koalisi Merah Putih bakal sapu bersih ketua alat kelengkapan DPR
  • Setya Novanto punya 16 rumah, 12 kendaraan, total hampir Rp 80 M
  • Gizi buruk masih mewabah, paradigma ketahanan pangan kudu diubah
  • Hari Batik Nasional, pedagang Pasar Gede Solo gelar fashion show
  • Tinggalkan nasi, orang Indonesia makan roti & mi berbahan impor
  • Cerita 6 Jam kantor Setya digeledah KPK, terkait korupsi PON
  • 5 Artis ini pernah terjerat kasus kriminalitas berat
  • Kalah 4 kali, pengamat sebut PDIP jangan jumawa jadi pemenang
  • Harga CPO anjlok, target ekspor bakal direvisi
  • SHOW MORE