Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apa daruratnya JK sampai telepon Budi Waseso saat obok-obok Pelindo

Apa daruratnya JK sampai telepon Budi Waseso saat obok-obok Pelindo Budi Waseso pimpin penggerebekan Pelindo II. ©2015 Merdeka.com/muchlisa

Merdeka.com - Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Budi Waseso mengaku sempat dihubungi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla saat penggeledahan kantor PT Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penggeledahan itu terkait kasus dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobil crane.

Ketika itu Jusuf Kalla menanyakan perihal kasus tersebut. Namun, Budi tak menyebutkan isi pembicaraan mereka.

Menanggapi hal itu, Pengamat Kepolisian Novel Ali menilai bahwa penegakan hukum tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Menurut Ali, Jusuf Kalla harus segera menjelaskan hal tersebut kepada publik agar tidak dinilai sebagai bentuk intervensi dugaan kasus korupsi perusahaan pelat merah itu.

"Sebaiknya Pak JK menjelaskan dalam konteks apa menelepon Buwas karena dia (Budi Waseso) pembantu Kapolri. Kapolri juga perlu menegaskan apakah betul Wanjakti tidak diintervensi soal pergeseran Buwas," kata Novel Ali kepada merdeka.com, Jumat (4/9).

Menurut dia, Budi Waseo adalah sosok yang tegas dan berani mengambil keputusan. Hal itu dibuktikannya ketika menangkap mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan mantan Ketua KPK Abraham Samad.

"Isu intervensi Polri itu kental, Polri ada kepentingan ekstra. Keberadaan Buwas ideal Polri dalam kinerja. Buwas menangkap Bambang melukai hati publik tapi proses berjalan membuat Buwas dinilai tegas dan benar," kata Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini.

Novel menambahkan, jika JK tidak segera menjelaskan pada publik soal maksud menelepon Budi Waseso saat menggeledah Pelindo akan timbul bentuk intervensi terhadap Polri. Apalagi Budi Waseso digantikan oleh Komjen Anang Iskandar saat Bareskrim tengah membongkar kasus-kasus korupsi besar.

"Ini perlu ada penegasan kalau tidak pro kontra pergantian Kabareskrim akan muncul. Jika Anang mengabaikan kasus yang dikerjakan Pak Buwas akan diserang publik," tukas dia.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP