Anton Medan tetap tuntut Farhat Abas walau sudah minta maaf

Reporter : Nurul Julaikah | Jumat, 11 Januari 2013 15:17




Anton Medan tetap tuntut Farhat Abas walau sudah minta maaf
Anton Medan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan narapidana kasus judi dan premanisme Anton Medan menyambangi Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balaikota Jakarta. Tapi Anton mengaku kedatangannya bukan untuk membicarakan ocehan Farhat Abbas melalui twitter yang menyinggung persoalan rasis.

"Ini mau ketemu Pak Ahok bukan urusan itu, sama ke lantai sembilan," ujar Anton Medan di Balaikota Jakarta, Jumat (11/1).

Menurutnya, kemarin Farhat telah meminta maaf kepada Ahok, sehingga hal ini menunjukkan sikap yang bagus dari Farhat. Namun, dia mengatakan China tidak hanya menyinggung dirinya tetapi semua warga keturunan China.

"Kemarin dia minta maaf sama Ahok, ya Alhamdulillah. Kan bagus tuh. Tapi kan China kan bukan hanya Ahok. Ya kan?,"katanya.

Walaupun Farhat berharap proses hukumnya dihentikan, namun Anton bersikukuh untuk dilanjutkan. Sebab, apa yang dilakukan oleh Farhat sudah jelas, yakni diskriminasi RAS dan Etnis kemudian kejahatan IT.

"Oo enggak bisa. Saya akan tuntut ke Polda. Pasalnya jelas kok. Kan dilaporkan tentang diskriminasi ras dan etnis, satu. Kedua kan kejahatan cyber, IT. Ya kita coba jalankan lah. Kita apa mau bangsa ini terus menerus seperti ini? Kita kan enggak mau,"jelasnya.

Dia mengatakan dalam Alquran sudah tertuang jelastidak ada perbedaan etnis, jadi semua suku seperti Batak, Sunda, Jawa sama.

"Bahkan arab sekali pun, tidak ada beda arab dan bukan arab," katanya.

Anton yang juga tim sukses Jokowi-Ahok ini mengatakan secara jelas ocehan Farhat ini melecehkan etnis Tionghoa. Namun, terlihat berbeda jika dilihat sepotong-sepotong.

"Ya sekarang kalau lihat sepotong-potong, iya. Kita lihat kalimatnya. Itu. Kalimatnya kan jelas. Apapun yang dipakai tetap saja China," ucapnya.

Anton yang saat ini menjadi ustaz mengatakan kemarin dirinya baru melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Sehingga, hal ini sebagai pelajaran terakhir bagi Farhat untuk tidak mengulangi kembali hal serupa.

"Kalau ini enggak selesai, bisa kena ke saya juga. Anton Medan itu pengasuh pesantren, ustaz. Tapi kan Cina dia, nah ini jadi persoalan. Ini yang kita perlu hindarkan. Oke?," tandasnya.

[ian]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Masuk kandidat menkes, Ribka Tjiptaning tepis rumor bukan dokter
  • Ekonom nilai pemerintah sukses jaga stabilitas harga
  • Jokowi-JK akan blusukan dari Sabang sampai Merauke
  • Jokowi: Pelanggaran HAM isu sensitif, nanti setelah pelantikan
  • Beri santunan, JK akan melayat korban tewas di open house
  • Libur Lebaran, ribuan pelancong serbu Kepulauan Seribu
  • Pejuang Gaza bunuh lima tentara Israel
  • Booth Marvel diserbu pengunjung karena ini!
  • Ribka Tjiptaning: Saya siap dicalonkan jadi Menkes Jokowi
  • Libur Lebaran, Taman Mini diserbu warga, jalur Puncak padat
  • SHOW MORE