Antisipasi Corona, Semua Objek Wisata yang Dikelola Pemkot Makassar Ditutup
Merdeka.com - Pemkot Makassar menutup semua objek wisata yang dikelola untuk mencegah penularan Covid-19. Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Rusmayani Madjid yang dikonfirmasi, Selasa, (17/3) menjelaskan, keputusan ini dikeluarkan, Senin, (16/3) sebagaimana tertuang dalam surat edaran Penjabat Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb.
"Antara lain obyek wisata itu, Pantai Losari, Museum Kota. Juga ditiadakan sementara kegiatan car free day di beberapa titik. Penutupan ini berlaku hingga dua pekan mendatang," kata Rusmayani.
Menyusul keluarnya surat edaran itu, pihak Dinas Pariwisata menggelar rapat koordinasi dengan pihak swasta. Antara lain dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Usaha Hiburan Malam, Asosiasi Pijat dan Refleksi Kesehatan serta Asosiasi Pusat Perbelanjaan.
Kata Rusmayani, para pihak swasta ini menolak untuk turut menutup usaha-usaha mereka.
"Mereka mengeluhkan dan menolak jika usaha mereka juga turut ditutup karena memikirkan tenaga kerjanya. Diantara tenaga kerja itu, ada yang digaji harian. Oleh karena itu, yang kami lakukan meminta mereka untuk memaksimalkan sosialisasi tentang pencegahan penularan virus tersebut. Meminta mereka menyiapkan hand sanitizer dan thermal scanner untuk pengunjungnya. Kalau itu tersosialisasi baik, dengan sendirinya keramaian itu akan berkurang," kata Rusmayani Madjid.
Selain soal objek wisata itu, Pemkot Makassar juga melalui surat edaran yang dikeluarkan, menghentikan proses belajar mengajar di seluruh sekolah di Makassar tingkat, Taman Kanan-Kanak/Raudhatul Atfal, SD/Madrasah Ibtidaiyyah dan SMP/Madrasah Tsanawiyah. Ini berlaku dari Senin kemarin, (16/3) hingga 31 Maret mendatang.
Juga meniadakan sementara kegiatan lomba yang melibatkan peserta didik, mahasiswa.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya