Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Antisipasi Bencana, Kemenag Segera Digitalisasi Arsip Layanan KUA

Antisipasi Bencana, Kemenag Segera Digitalisasi Arsip Layanan KUA Alat berat mencari korban longsor Sukabumi. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Sekretaris Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, M Fuad Nasar akan melakukan mitigasi untuk mengamankan arsip layanan Kantor Urusan Agama (KUA) di beberapa daerah yang terdampak bencana. Hal tersebut seiring dengan rawannya bencana yang menimpa beberapa wilayah di Indonesia.

"Kita akan siapkan mitigasi. Langkah yang dilakukan antara lain digitalisasi arsip dan khazanah literasi, penataan tempat penyimpanan koleksi arsip dan perpustakaan yang relatif aman, dan lainnya," kata M Fuad Nasar dalam keterangan pers, Minggu (17/1).

Menurutnya, penyelamatan arsip dan khazanah literasi sangat penting diperhatikan dalam mitigasi banjir dan gempa, termasuk arsip dan khazanah literasi keagamaan sebagai aset peradaban umat dan kekayaan bangsa. Fuad menjelaskan warga masyarakat, organisasi keagamaan dan instansi pemerintah seperti Kementerian Agama, dalam hal ini KUA, Sekolah/Madrasah bahkan Pondok Pesantren perlu mengembangkan sistem mitigasi yang menyangkut penyelamatan arsip dan khazanah literasi mengingat tingginya potensi banjir, gempa, dan kerusakan lingkungan di berbagai wilayah Tanah Air belakangan ini.

"Saya pernah mendapat laporan musnahnya arsip akta ikrar wakaf di KUA yang berada di wilayah rawan banjir, sedangkan dokumen tersebut dibutuhkan dalam pensertifikatan tanah wakaf maupun dalam penanganan sengketa wakaf," tuturnya.

"Kita juga patut prihatin kalau koleksi kitab/buku dan manuskrip tidak terselamatkan dan disia-siakan setelah kena banjir dan sebagainya," sambungnya.

Fuad menilai penyelamatan dan konservasi aset sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan dokumen negara, tidak dapat dipisahkan dari mitigasi dan penanggulangan banjir dan gempa. Perhatian dan kepedulian semua kalangan, baik masyarakat maupun instansi pemerintah, sangat dibutuhkan, demi kepentingan masa depan bangsa dan generasi mendatang. Kerugian sejarah dan sumber literatur keilmuwan, kata Fuad, sampai kapan pun tidak dapat diganti.

"Ini yang perlu kita masifkan ke depan dalam konteks layanan KUA, meski di sebagian KUA sudah dilakukan agar arsip layanan bisa segera didigitalisasi," kata Fuad.

"Saya terenyuh suatu ketika mengunjungi Perpustakaan dan Museum Yayasan Prof. A. Hasjmy di Banda Aceh, setelah pemulihan pasca bencana gempa dan tsunami Aceh. Saya membayangkan bagaimana dengan koleksi pribadi ulama dan milik warga yang tidak diurus oleh instansi pemerintah, siapa yang peduli," tambah Fuad. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP