Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anjas tewas terlindas bus berpelat nomor palsu

Anjas tewas terlindas bus berpelat nomor palsu garis kapur polisi. merdeka.com/djoko

Merdeka.com - Diduga kaget saat menyalip bus, Anjas Rospadana (17) siswa kelas XI SMK Texmaco Semarang tewas seketika setelah terjatuh dari boncengan sepeda motornya dan terlindas bus. Sementara temannya Robit Habibil Wafa (16) hanya mengalami luka akibat tergores aspal.

Dari informasi yang dihimpun merdeka.com kejadian berawal sekitar pukul 06.30 WIB, korban bersama temannya, Robit hendak berangkat ke sekolah dengan berboncengan. Saat di depan SMP Hasanudin Jalan Raya Walisongo Tugu Semarang, Rabbit yang membawa motor hendak menyalip bus jurusan Penggaron-Mangkang.

"Saat menyalip, tiba-tiba dari arah kiri melaju kencang Yamaha Vixion dan menyerempetnya, saya tidak bisa mengendalikan sepeda motor dan akhirnya terjatuh," tutur Robit.

Nahas, Anjas terjatuh ke kanan dan langsung masuk ke roda bus yang hendak disalipnya tadi. Sementara Robit terjatuh ke kiri sehingga selamat dari bus itu.

Saksi mata kejadian yang lain, siswa SMK Texmaco, Asysyam Yanto mengatakan ia melihat jelas Anjas dan Robit yang berboncengan menggunakan Vario bernopol H 4518 VP terjatuh setelah menyalip bus.

"Mereka terjatuh tepat setelah menyalip bus, kejadiannya sangat cepat dan terlihat korban terjatuh dan suara keras seperti gesekan motor terjadi," terang Asysyam.

Dalam kondisi jalan yang ramai, bus yang baru saja disalip korban langsung melindas kepala Anjas.

"Dari belakang ada bus dan langsung melindasnya," lanjut Asysyam.

Lima menit setelah kejadian, polisi datang dan langsung mengamankan sopir bus. "Korban yang selamat histeris, menangis terus, sambil menyebut-nyebut nama korban," ujarnya.

Ayah dan kakak perempuan Anjas tidak lama kemudian datang dan histeris melihat kondisi korban yang mengenaskan. Ayah korban bahkan sempat membenturkan kepalanya berulang-ulang di batu taman yang berada di dekat lokasi.

Menunggu ambulans tidak juga kunjung datang, jenazah korban akhirnya dilarikan ke RS menggunakan mobil pikap milik patroli unit Laka Lantas Polrestabes Semarang.

"Mas Anjas, bangun Mas, tenang Mas, ayah sudah carikan mobil untuk angkut ke rumah sakit mas," tangis ayah korban sebelum diangkut ke mobil pikap.

Peristiwa kecelakaan itu sempat menyebabkan kemacetan sepanjang 5 kilometer di jalan Walisongo dari arah Semarang ke arah Kendal. Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke RS sedangkan korban selamat dijemput pihak sekolah yang juga datang ke lokasi kejadian.

Bus yang menabrak diketahui menggunakan nomor palsu yaitu H 1535 BA, padahal yang tertera di STNK adalah H 1603 DA. Sampai saat ini pengemudi bus dan busnya masih diamankan di Satlantas Mapolrestabes Semarang untuk dimintai keterangan guna penyidikan. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP