Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies-Sandi didukung Ikatan Dai Indonesia

Anies-Sandi didukung Ikatan Dai Indonesia Anies-Sandi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Jelang pemilihan suara putaran kedua, dukungan terus mengalir kepada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Salah satunya adalah deklarasi dukungan pemenangan dari Ikatan Dai Indonesia (IKADI) yang dilaksanakan di Wisma Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (6/4).

"Hari ini, Kamis, 14 Rajab 1438 H bertepatan dengan 6 April 2017 kami para ulama habaib dan dai yang tergabung dalam IKADI se-DKI Jakarta menyatakan dukungan untuk pemenangan gubernur pasangan nomor urut tiga, bapak Anies Baswedan dan Sandiaga Uno," ungkap Ketua IKADI Jakarta Timur, Muhammad Thamrin dalam deklarasi dukungan yang kemudian ditandatangi oleh perwakilan IKADI dan Anies.

Mendapatkan dukungan tersebut, Anies menuturkan dukungan dari siapapun adalah amanah yang akan ditunaikannya bila menjadi gubernur terpilih.

"Kami mendapatkan dukungan dari siapapun, dari golongan dan kelompok apapun. Saya merasa ini adalah amanah dari rakyat, masyarakat. Dan gubernur adalah gubernur bagi seluruh warganya bukan sekelompok orang saja," ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini sebelumnya menyatakan perjalanan selama kampanye ini adalah perjalanan spiritual. Kampanye, sambungnya, tidak hanya menyampaikan visi-misi namun lebih banyak mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Perjalanan ini menunjukkan sisi lain dari Jakarta. Saya melihat bahwa Jakarta bukan hanya kumpulan benda mati, fisiknya saja. Tapi yang harus dikenal adalah kumpulan warga, rakyat, masyarakat. Maka yang harus dimajukan masyarakatnya, bukan sekadar benda matinya," ujar Anies.

Janji anak di Jakarta dibimbing mahasiswa berprestasi dan profesional muda

Cagub Jakarta Anies Baswedan mengisahkan pendidikan masa kecilnya yang sering diajarkan oleh mahasiswa sewaktu orang tuanya adalah guru dan dosen di Yogyakarta. Ia mengakui pengalaman itulah yang membekas dan menjadi salah satu pondasi kebijakan bidang pendidikan di masa kepemimpinannya kelak.

"Yang mengajar kami waktu itu adalah mahasiswa berprestasi, para aktivis, mahasiswa terbaik. Kami pikir sekadar belajar, tapi ini sebenarnya teman dan menjadi contoh," kata Anies saat menyapa ratusan warga di wisma Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (6/4).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berharap anak-anak di Jakarta dibimbing oleh para profesional dan mahasiswa berprestasi agar menjadi teladan.

Pendidikan, sambungnya, tidak hanya dibangun melalui institusi sekolah dan keluarga tapi juga ditumbuhkan melalui peran lingkungan.

"Kami ingin jam 19.00-21.00 menjadi jam belajar seluruh anak Jakarta. Siapa yang akan membimbing? Kami akan undang para mahasiswa dan profesional. Bimbinglah adik-adiknya, temani mereka belajar," ujar Anies.

Dengan program ini, Anies yakin perubahan akan terjadi di Jakarta karena peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Selain itu, program ini akan didukung dengan KJP Plus dan peningkatan kualitas institusi pendidikan melalui mutu guru dan kepala sekolah. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP