Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies-Sandi belum laporkan spanduk Jakarta bersyariah ke Bawaslu

Anies-Sandi belum laporkan spanduk Jakarta bersyariah ke Bawaslu Anies-Sandiaga hadiri Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Seribu. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Tim Advokasi calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Yupen Hadi mengaku belum melaporkan beredarnya spanduk Jakarta bersyariah ke Bawaslu secara tertulis. Namun, diklaim dia peristiwa itu telah dilaporkannya ke Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti.

"Kami enggak lapor secara tertulis. Pas hari kejadian, paginya, saya langsung kontak Bu Mimah. Saya kirimin foto-foto segala macamnya," kata Yupen di Komplek DPR, Jakarta, Rabu (5/4).

Selain melaporkan ke Mimah, tim advokasi Anies-Sandiaga juga meminta pihak Bawaslu segera menurunkan spanduk-spanduk tersebut. "Saat itu, ternyata Bawaslu sudah meminta Satpol PP untuk menurunkan semua spanduk-spanduk itu," ujar dia.

"Artinya, Bawaslu sudah menindaklanjuti laporan kami walaupun masih lisan. Sorenya kami konferensi pers. Dalam konferensi pers itu, saya tunjukkan, ini loh model spanduknya," timpal dia.

Disinggung bagaimana sikap Anies terkait spanduk tersebut, Yupen menyebut calonnya tidak mau ambil pusing. Menurutnya, Anies memilih untuk tidak terpancing dan menjaga Pilkada yang bersih dan sehat.

"Pak Anies memilih sikap untuk tidak emosional, sekaligus mengimbau menjaga pilkada bersih dan sehat," pungkas dia.

Sebelumnya, beredar sejumlah spanduk Jakarta bersyariah. Dalam spanduk itu, terlihat foto Anies-Sandiaga serta tulisan beberapa poin seperti Perda Polisi Syari’ah, Perda hukum cambuk bagi muda-mudi yang berpacaran, dan Perda wajib berbusana Muslim bagi PNS dan Pelajar dan tertanda Persatuan Muslim Indonesia.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP