Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aniaya warga, calon bupati Rokan Hulu dipolisikan

Aniaya warga, calon bupati Rokan Hulu dipolisikan Ilustrasi Penganiayaan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Suparman, mantan Ketua DPRD Riau yang kini mencalonkan diri sebagai Calon Bupati dalam Pemilukada Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tampaknya bakal berurusan dengan kepolisian. Bukan terkait urusan negara, politisi partai Golkar ini malah dilaporkan oleh warga yang mengaku diancam dan dianiaya olehnya.

Dia dilaporkan oleh Akmaluddin, seorang warga Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru, Rabu (16/9) lalu, karena diduga melakukan aksi premanisme yakni mengancam disertai tindak kekerasan.

Laporan itu diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan dengan Nomor : STPL/411/IX/2015/SPKT/Riau. Disitu disebutkan, Suparman diduga melakukan tindak pidana pengancaman dan kekerasan sesuai dengan Pasal 368 KUHPidana.

Kepada merdeka.com, Akmal mengaku mendapat perlakuan kasar. Dia mengaku tak menyangka akan menjadi korban Premanisme. "Saya sempat dipukul, tarik kerah saya. Saya diancam mau dibawa ke sel Polresta Pekanbaru," ujar Akmal, Jumat (18/9).

Kisah Akmal dengan Calon Bupati Rohul itu bermula pada 2007 lalu. Saat itu, Akmal menjual sebidang tanah di kabupaten Rohul kepada Suparman seharga Rp 110 juta. Suparman membayar uang muka senilai Rp 50 juta. Sisanya, dijanjikan Suparman, akan dilunasi dalam jangka waktu 2 bulan sejak akta pengikat jual beli yang ditandatangani pada 14 April 2007 silam.

Cicilan pelunasan dibayarkan oleh Suparman, kata Akmal, terakhir pada tahun 2012 lalu. Setelah itu, dia tak lagi menerima cicilan bahkan pelunasan. Total uang yang telah diterimanya, mencapai sekitar Rp 70 juta.

"Setelah lunas akte tanah diserahkan (balik nama) ke Suparman. Ternyata, sampai sekarang tak pernah dilunasi," ungkapnya lagi.

Karena belum dilunasi, Akmal mengaku membutuhkan uang. Lalu, dia pun mencoba menjual tanah itu. Akhirnya, ada seorang pembeli yang berminat. Dia pun janji ketemuan di suatu warung di Jalan Dharma Bhakti Ujung (Jalan Singgalang) Kecamatan Payung Sekaki kota Pekanbaru, Rabu (16/09) kemarin.

Ternyata, di situ ada Suparman. Saat sedang berbincang-bincang, kata Akmal, tiba-tiba Suparman merampas dokumen sertifikat asli dari tangannya.

"Dia ambil sertifikat itu dari saya. Kerah baju saya digenggam. Kemudian dia membawa saya ke dalam mobil. Saya diancam akan dilaporkan ke Poltabes (Polresta Pekanbaru)," jelas Akmal.

Saat di dalam mobil itu, Akmal lalu dibawa berkeliling. Di perjalanan, dia juga mengaku ditodongkan senjata api oleh orang lain di dalam mobil itu. "Ada orang lain juga dalam mobil itu, dia ngancam akan membolongkan kaki saya. Dia ngakunya anggota Polresta," kata Akmal.

Selain itu, Akmal juga mengaku sempat ditempeleng dan disikut Suparman. Lalu, dia akhirnya diturunkan kembali ke warung tempat mereka berjumpa dan sertifikat asli itu dipegang Suparman. Dapat perlakuan ini, Akmal kemudian melaporkan kasus tersebut Mapolda Riau, pada malam itu juga.

Untuk diketahui, selain diusung Partai Golkar, untuk maju sebagai Calon Bupati Rohul periode 2015-2020, Suparman juga didukung oleh Partai NasDem, Partai Gerindra, dan Partai Hanura dan 2 Partai Non Parlemen yakni PBB dan PKPI. Dia berpasangan dengan Sukiman dengan jargon singkatan jargon 'Susuki'.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP