Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggun C Sasmi dikecam karena bela terpidana mati kasus narkotika

Anggun C Sasmi dikecam karena bela terpidana mati kasus narkotika anggun c sasmi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyanyi wanita internasional kelahiran Indonesia, Anggun C Sasmi mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat yang dikirim pada 22 April 2005 melalui akun Facebook pribadinya, Anggun meminta Jokowi memberikan grasi terhadap Serge Atlaoui, terpidana mati kasus narkotika asal Prancis.

Surat terbuka Anggun tersebut kemudian memancing amarah, khususnya dari warga Indonesia. Menurut mereka, tidak pantas Anggun meminta Jokowi untuk memberikan grasi, karena dirinya tidak tahu bagaimana kondisi peredaran narkotika di Indonesia yang telah masuk dalam kategori darurat.

Serge Atlaoui yang ditangkap pada 11 November 2005 terlibat dalam operasi pabrik ekstasi dan sabu-sabu di Cikande, Tangerang, dijatuhi hukuman mati atas perbuatannya. Serge pernah mengajukan PK yakni adanya kekhilafan hakim dan perbedaan putusan di dua pengadilan.

Akun Tika Ayu menuliskan, "Seperti yang Mbak Anggun bilang, dia sudah lama tinggal di Prancis. Jadi mana mengerti dan paham masalah besar dan pelik yang Indonesia hadapi karena narkoba. Mana dia tahu berapa puluh nyawa generasi muda Indonesia yang mati setiap harinya karena narkoba. Sebagai warga negara Prancis, Mbak Anggun bebas membela saudara sebangsa nya, Tapi TOLONG GA USAH BILANG KALAU ANDA BANGGA DENGAN INDONESIA."

"Bu Anggun pernah hidup sama pemakai narkoba selama 15 tahun? Pernah kehilangan saudaranya gara-gara jadi korban narkoba? Atau Bu Anggun hanya pernah tinggal di Indo dan Prancis aja? Bu, saya lihat ibu termakan oleh perihal HAM saja tanpa merasakan pahitnya mengasuh org yg ketergantungan. Kalo para bandar-bandar gak ditebas-tebasin, maka anak cucu kita adalah calon korban berikutnya. If you tolerate this, then your children will be next! Hukuman mati harus dijalankan!" tulis akun Noor Al Kautsar, Kamis (23/4).

"Anggun, sudahkah anda menulis surat terbuka juga untuk Raja Arab Saudi untuk memohon ampunan WNI agar tidak dihukum mati..... WNI itu adalah saudaramu, yang berjuang mencari nafkah untuk perbaikan nasib keluarga.... Jangan karena tinggal di Perancis, Anda lupa bahwa darah Anda adalah Indonesia.... Saat ini Indonesia sudah darurat narkoba.... Tolong lihat dari sisi korban dan keluarganya.... trims," komentar akun Devi Korya Lavarenta.

"Hukuman mati hanya kepada pelaku saja dan hanya satu keluarga yang bersedih.. Bagaimana keluarga yang ditinggal karena Narkoba? hampir setiap hari ada kematian karena narkoba, kerusakan mental dan terutama akhlak.. Apakah Anggun merasakan sakitnya keluarga yang ditinggal? Bagaimana Indonesia bisa maju kalau akhlak rakyatnya rusak karena narkoba...? Indonesia harus punya pendirian dan prinsip agar bisa dihargai oleh negara lain," tulis Wenny Rungkat.

(mdk/amn)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP