Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggota TNI nyusup di demo bukan perintah institusi

Anggota TNI nyusup di demo bukan perintah institusi Demo BBM. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Anggota TNI bernama Syamsu Alam, anggota Yon Zipur berpangkat Serda, NRP 21090172160390, ikut berunjuk rasa dengan mahasiswa UIN Alauddin di Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Melihat peristiwa itu, perbuatan yang bersangkutan dipastikan bukan arahan dari institusi TNI.

"Saya kira bukan soal institusi tapi soal individual," kata Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) AM Hendropriyono di Lemhanas, Jakarta, Sabtu (31/3).

Hendropriyono menambahkan, dalam sebuah aksi demo tentu rawan oleh penyusup. Tinggal bagaimana polisi di lapangan yang berjaga bisa mengantisipasi agar para penyusup tidak menjadi provokator yang membuat suasana ricuh.

"Semua kalau pada gerakan massa, semua itu bisa terjadi. Sekarang bagaimana sistem komando yang terjadi kalau semua terjadi pada gerakan massa," jelasnya.

Yang jelas katanya, petugas yang berjaga tidak boleh lengah.

"Karena kita sebagai anggota TNI bisa menerapkan be killed or to kill," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga memergoki seorang pria berambut cepak ikut masuk ke barisan pendemo. Merasa curiga, mereka lantas memukuli orang itu hingga terjatuh. Saat dipukuli, Syamsu Alam akhirnya mengaku sebagai anggota TNI. Dia kemudian diamankan oleh polisi ke Pos Lantas Sultan Alauddin.

Berita penangkapan itu dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana (Kapendam) Letkol Yance Woley. Dia membenarkan ada anggota zipur yang dipukul warga. Kendati demikian, ia tak mengetahui detail kejadiannya.

Meski demikian, ia menegaskan anggota Yon Zipur yang terlibat aksi unjuk rasa tidak dibenarkan. "Kalau memang benar dia ikut berunjuk rasa akan kami proses secara hukum," tegas Yance. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP