Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggota TNI diduga terlibat penggusuran lahan adat Pulau Buru

Anggota TNI diduga terlibat penggusuran lahan adat Pulau Buru Ilustrasi pulau. ©REUTERS/Bruno Kelly

Merdeka.com - Anggota Babinsa berinisial Sertu KD diduga ikut mendukung upaya penyerobotan dan penggusuran paksa terhadap lahan, tanaman, dan rumah milik warga adat desa Batlale, kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku untuk dijadikan lahan pertanian bagi transmigran.

"Kami akan melaporkan tindakan KD ke Pangdam XVI/Pattimura untuk memproses yang bersangkutan. Sebab proses penyerobotan dan penggusuran saat ini masih terus berlangsung," kata Ketua Yayasan Pos Bantuan Hukum(Posbankum) Kota Ambon, Gidion Batmomolin, di Ambon, kepada Antara, Rabu (4/5).

Tindakan main paksa dari Pemkab Buru, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat serta didukung anggota Babinsa itu membuat warga adat Batlale hanya bisa pasrah.

Namun, saat ini yayasan telah dipercayakan oleh warga untuk memberikan bantuan hukum sehingga langkah awalnya melaporkan Pemkab Buru secara pidana ke Polda Maluku, dan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Ambon.

"Kami juga akan melaporkan tindakan oknum Babinsa itu ke Pangdam, Komnas HAM, serta Keuskupan Amboina dan MPH Sinode GPM. Karena Sertu KD telah memerintahkan penggusuran pondasi rumah ibadah," pungkasnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP