Anggota TNI di Papua tewas dikeroyok
Merdeka.com - Insiden kekerasan kembali terjadi di Papua. Setelah kemarin tiga orang ditembak dalam sehari, kini seorang anggota TNI dikeroyok masyarakat hingga meregang nyawa.
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Erwin Safitri membenarkan insiden itu. Pratu Sahlan, anggota Yon 756 Wamena dihabisi hingga tewas siang tadi pukul 12.45 WIT, Rabu (6/6).
Erwin mengatakan, pengeroyokan itu terjadi saat korban, yang dibonceng Serda Parloi Pardede dengan sepeda motor, sedang dalam perjalanan menuju kampung Honai Lama. Saat di jalan, keduanya nyaris menabrak seorang anak kecil, namun berhasil menghindari sehingga menyebabkan mereka terjatuh.
"Saat terjatuh itulah massa berdatangan dan langsung mengeroyok keduanya," ujar Ewin di Jayapura, seperti dikutip Antara.
Dia menambahkan, akibat pengeroyokan itu, Pratu Sahlan mengalami luka tusukan di bagian dada, tembus ke jantung sehingga langsung tewas di TKP. Sedangkan Serda Pardede masih kritis akibat luka pukulan di sekujur tubuhnya. Saat ini Pardede sedang dirawat secara intensif di RSUD Wamena.
Kemarin tiga orang ditembak orang tak dikenal di Jayapura, Selasa (5/6) pukul 22.00 WIT. Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan penembakan pertama terjadi di Jalan Sam Ratulangi, Jayapura, di depan kantor Dishub Provinsi Papua yang melukai Iqbal Rifai (22) dan Hardi Jayanto (22).
Selanjutnya, aksi serupa terjadi di Jalan Abepura Entrop (Perum Pemda 1 Entrop atau depan CV Thomas). Korban Pratu Frangki Kune (25) terluka di leher. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya