Anggota polisi jadi beking bos illegal logging di Bengkalis
Merdeka.com - Pelaku illegal logging di hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dibekuk Polres Bengkalis. Mirisnya, salah satu pelaku merupakan anggota polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas.
"Kapolres Bengkalis melakukan penyelidikan di sana (Cagar Biosfer), bersama Kodim, BKSDA dan Dinas Kehutanan selama tiga hari. Ada puluhan kubik kayu olahan yang diamankan dan seorang anggota polisi," ujar Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara saat dikonfirmasi merdeka.com usai kunjungan di Kejaksaan Tinggi Riau, Senin (10/10).
Menurut Zulkarnain, polisi yang diamankan itu kini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif. Dia diduga terlibat sebagai beking dari bos illegal logging. Bahkan tak hanya polisi, ada pengakuan warga yang menyatakan keterlibatan aparat TNI.
"Kalau soal TNI, tanya ke Danrem (Komandan Korem) ya. Kalau polisi, iya betul adanya dugaan keterlibatan. Sudah saya perintahkan untuk dijerat UU nomor 41 tahun 2009 tentang illegal logging. Selain itu, cari toke (bos) illegal loggingnya," kata Zulkarnain.
Tim gabungan Polri, TNI dan BKSDA yang dipimpim Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono itu juga menjungkir balikkan serta membongkar pondokan dan gubuk yang telah ditinggalkan penghuninya. Para pelaku kabur sebelum polisi datang. Zulkarnian menegaskan, pengungkapan ini merupakan perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
"Pondokan mereka sudah dijungkir balikkan tiga hari lalu, kanal-kanalnya juga sudah ditutup, itu tokenya lari semua. Tapi kita sudah kantongi nama-namanya," tegasnya.
Sementara itu, Komandan Detasemen Polisi Militer Letkol CPM Johny JP Pelupessy saat dihubungi merdeka.com enggan memberikan data anggotanya yang diamankan. Dia malah membantah adanya keterlibatan TNI meski berbagai informasi menyebutkan adanya yang diamankan.
"Baru laporan saja, belum diamankan. Nanti kalau kita sebut terlibat, marah kesatuannya. Kan belum, masih kita cari," kata Letkol Johny.
Selain TNI AD, informasi juga menyebutkan adanya dugaan keterlibatan anggota TNI AU dari Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
"Yang AU (Angkatan Udara) dari Lanud gak ada. Terindikasi anggota Satrad Dumai perlu pendalaman. Hingga kini kita masih yakinkan kebenarannya," kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsekal Pertama Henri Alfiandi. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya