Anggota ormas ribut saat sidang kasus penculikan dokter Rica
Merdeka.com - Organisasi massa (Ormas) yang menamakan diri sebagai Front Jihad Islam (FJI) dan Joxzin mengganggu jalannya sidang lanjutan dugaan kasus penculikan dilakukan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Kamis (16/6), di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, lantaran memprovokasi tim kuasa hukum terdakwa.
Dalam sidang yang beragenda pemeriksaan saksi korban, dua terdakwa dihadirkan adalah Eko Purnomo dan Feni Orinanda dituduh menculik Rica Tri Handayani. Saat saksi korban, Rica Tri Handayani mulai ditanya kuasa hukum dari Eko dan Feni, belasan anggota ormas itu berdiri dan mendekat.
Salah satu anggota ormas sempat berteriak bahwa Gafatar adalah aliran sesat. Meraka menganggap tim kuasa hukum terdakwa membela Gafatar.
"Benar gimana, wong Gafatar itu sesat kok, masil dibelain, goblok,” ujar salah seorang anggota ormas yang enggan disebutkan namanya itu.
Ketua Majelis Hakim, Ninik Hendras Susilowati, seketika langsung menegur grombolan ormas yang mengganggu jalannya sidang. Hakim sempat memeperingatkan akan mengusir ormas melalui aparat yang berjaga.
"Sekali lagi membuat kegaduhan, saya akan minta petugas untuk mengeluarkan kalian dari ruang sidang," tegas Ninik.
Sebelumnya, Rica adalah seorang dokter asal Lampung dilaporkan hilang saat menjenguk suaminya bekerja di Yogyakarta sekitar akhir Desember 2015. Suaminya, Aditia Akbar Wicaksono kemudian melaporkan kasus ini kepada polisi bahwa istrinya diculik Gafatar. Sejak kasus Rica ini mendapat liputan luas media massa, kasus Gafatar mulai membesar secara nasional.
Salah satu anggota ormas, Durohman, mengatakan kelompoknya datang ke persidangan ini untuk memberikan dukungan moral kepada dokter Rika.
"Kami datang ke sini agar Rica dalam memberikan kesaksiannya tidak mendapat intimidasi dari kelompok Gafatar," ujar Durohman. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya