Anggota Komisi VIII: Indonesia kekurangan Alquran
Merdeka.com - Anggota Komisi VIII DPR, Jazuli Juwaini mengatakan tidak mengetahui keberadaan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Alquran pada Kementerian Agama.
"Tidak mengenal PT itu, dan memang tidak pernah dibahas di komisi. Itu kan teknis antara kementerian Agama," kata Jazuli kepada wartawan di DPR, Jakarta, Selasa (3/7).
Menurut Jazuli awal pengadaan kitab suci karena Kementerian Agama menilai kebutuhan di Indonesia masih minim. Dari 220 juta jumlah umat beragama, hanya tersebar sebanyak 60 ribu kitab suci.
"Berkaca dari itu, bimbingan keagamaan harus ditingkatkan. Salah satunya dari kitab sucinya," lanjut Jazuli.
Jazuli mendukung Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) dalam menguak kasus Alquran tersebut. Menurutnya, sebagai warga negara yang baik, setiap proses hukum dari KPK haruslah dihormati.
Sebelumnya, anggota Komisi VIII DPR Zulkarnaen mengarahkan Kementerian Agama, untuk memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia yang dipimpin Dendy Prasetya, untuk pengadaan kitab suci. Sedangkan, Dendy merupakan anak kandung Zulkarnaen. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya