Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggota Komisi III minta Perpres Bebas Visa Kunjungan dievaluasi

Anggota Komisi III minta Perpres Bebas Visa Kunjungan dievaluasi Arteria Dahlan. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan ikut mengomentari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan (BVK). Menurutnya Perpres ini konyol dan perlu evaluasi serius.

"Ini Perpres konyol. Seperti kita negara murah gitu. Ini perlu evaluasi serius," kata Arteria dalam rapat kerja komisi III, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/1).

Menurutnya, uang yang diambil dari para wisatawan asing tentu ada maksud dan tujuannya sendiri bagi negara. Namun dengan adanya Pepres ini kata dia, yang awalnya dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan dari kunjungan wisatawan asing justru malah tidak ada peningkatan.

"Itu kan dulu ada biayanya. Itu kan bukan sekadar uang dipungut. Padahal dengan Perpres itu kan sudah diatur. Tapi dengan Perpres yang sekarang ini juga enggak ada peningkatan," ungkapnya.

"Kalau dibilang ini kompensasi dari Perpres tapi enggak juga. Kalau kita anggap USD 35 dikorbankan per orang dengan harapannya yang datang makin banyak, tapi enggak juga," ucapnya.

Senada dengan Arteria, anggota komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Supratman Andi Agtas mengatakan Perpres itu harus di evaluasi. Sebab dengan adanya Perpres itu jumlah wisatawan juga tidak bertambah

"Usulan Arteria tadi harus dipertimbangkan soal perpres itu. Karena faktanya jumlah kunjungan wisatawan kota malah anjlok. Jadi enggak ada korelasinya dengan kebijakan bebas visa ini. Jadi perlu ditinjau kembali," tandasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP