Anggota DPRD Sampang cabuli 9 anak di bawah umur

Reporter : Moch. Andriansyah | Senin, 15 April 2013 16:54




Anggota DPRD Sampang cabuli 9 anak di bawah umur
korban perkosaan. shutterstock

Merdeka.com - Anggota Komisi A DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur, M Hasan Ahmad alias Ihsan (44) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Ihsan diduga terlibat kasus pencabulan anak di bawah umur dengan alasan akan menikahinya secara siri.

Awal mula pengungkapan kasus ini, ketika pihak Unit Jatanum Satreskrim Polrestabes Surabaya tengah membidik kasus trafficking yang dilakukan oleh dua orang tersangka, yaitu Dea Ayu alias Lia (20), warga Jalan Banyu Urip Wetan, Surabaya dan Dini Rahmawati alias Ira (22), warga Jalan Putat Jaya, Surabaya. Keduanya merupakan penyedia gadis-gadis di bawah umur untuk diperjual belikan kepada lelaki hidung belang.

Dari pengembangannya, polisi berhasil mengamankan Ihsan, warga Jalan Orboh, Ds Samaran, Kecamatan Tambelang, Sampang, Madura. Ihsan, tak lain adalah anggota Komisi A DPRD Sampang.

Selanjutnya, usai mengamankan tersangka, pihak Unit Jatanum Polrestabes Surabaya yang dikomandoi Iptu M Solikin Ferri menyerahkan kasusnya ke Polda Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Hilman Thayib mengatakan, dari hasil ungkap kasus ini, pihak Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan tiga orang tersangka tersebut.

"Untuk pelaku pria (Ihsan), dalam kesehariannya berprofesi sebagai anggota DPRD di Kabupaten Sampang, Madura. Dia mengaku sudah beberapa kali melakukan praktik ini," terang Hilman Thayib di Mapolda Jawa Timur, Senin (15/4).

Hilman juga menerangkan, modus dari aksi pelaku ini, setelah mendapatkan gadis yang diinginkan, tersangka mengaku akan menikahinya secara siri. "Sebelum melakukan persetubuhan, pelaku mengajak korban untuk menikahi siri terlebih dahulu, dengan alasan agar hubungan intim yang mereka lakukan halal dan tidak berdosa," terang mantan Kapolrestabes Banjarmasin tersebut.

Setelah melakukan hubungan layaknya suami istri, pelaku memberi uang Rp 2 juta kepada korban. "Yang menjadi korban dari pelaku, sudah ada sembilan orang. Tiga di antaranya masih di bawah umur, yaitu sekitar 16 tahun dan masih sekolah," kata dia lagi.

Tiga korban yang masih di bawah umur itu adalah, ASR, warga Jalan Banyu Urip Kidul, Surabaya, NTC, warga Simo Gunung Timur, Surabaya, SDH, warga Banyu Urip Wetan, Surabaya. Ketiganya masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

"Untuk dua tersangka perempuan yang menyediakan gadis-gadis di bawah umur ini, mendapatkan keuntungan dari transaksi penjualan perempuan," tandas Hilman.

Selanjutnya, para tersangka di jerat dengan UU RI No 23 Tahun 2002 pasal 81, 82 Tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 2 Jo.17 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang PTPO (Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang) serta pasal 81, 88 UU RI No 23 Tahun 2002.

[hhw]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Pencabulan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Pendiri Demokrat diperiksa terkait kasus Sutan Bhatoegana
  • Moeldoko teken surat suami-istri TNI aktif kini boleh berpolitik
  • Golkar dipimpin Ical, silakan simpulkan sendiri
  • 9 Bahan yang jadi rahasia kecantikan wanita Indonesia zaman dulu
  • Menteri BUMN irit bicara jelang pengumuman bos baru Pertamina
  • Ahok bercita-cita jadikan Bank DKI setara BCA
  • Di Istana Bogor, Jokowi minta Pangkostrad & semua Pangdam curhat
  • Ke Bekasi, Bella Shofie harus bawa sunblock
  • Tak hanya memperkosa, Bill Cosby juga bikin korbannya hamil
  • Calon ketua umum Golkar tidak boleh tercela
  • SHOW MORE