Anggoro: Saya kurang respek sama Kaban karena pengecut
Merdeka.com - Bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (11/6). Dalam kesaksiannya, dia mengaku pernah menemui MS Kaban yang saat itu sedang menjabat Menteri Kehutanan.
Anggoro meminta Kaban untuk menyetujui anggaran proyek revitalisasi sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan.
Selain itu, terdakwa korupsi anggaran SKRT ini membeberkan, awalnya Presiden Direktur PT Masaro Radiokom Putranefo Alexander Prayugo memohon bantuan kepadanya untuk menemui MS Kaban.
"Kita ke sana, saya lapor sama Pak Kaban, Pak saya dari Masaro Motorolla minta izin minta waktu untuk menghadap Bapak melaporkan soal proyek SKRT," katanya sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/6).
Mantan Menteri Kehutanan, MS Kaban pun kurang baik merespons permintaan Anggoro tersebut. Pasalnya, Kaban menyarankan Anggoro membuat surat mengenai keluhannya terkait proyek SKRT. "Saya akan tangani sebagaimana mestinya," beber Anggoro meniru yang dibilang Kaban.
Anggoro mengungkapkan kekecewaannya kepada Kaban di persidangan. Da menganggap karena Kaban terlalu lama mengiyakan revitalisasi proyek SKRT.
"Terus terang saja di sidang ini saya kurang respek sama Pak Kaban karena dia pengecut, nggak berani dia. Padahal SKRT diperlukan di kehutanan. Jadi dia menteri yang cari selamat, SKRT jadi mubazir sekarang," pungkas Anggoro. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya