Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Disangka hewan buruan, Anggota TNI AU tembak sekuriti hingga tewas

Disangka hewan buruan, Anggota TNI AU tembak sekuriti hingga tewas Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Unit Jatanras Polda Riau menangkap Peltu Ww (45) terkait kasus penembakan Lamhot Julianto Siregar, seorang satpam penjaga alat berat di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Malam, hingga tewas. Anggota TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru itu ditangkap ‎Senin (23/5) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

"Peltu Ww diduga melakukan penembakan terhadap korban Lamhot hingga meninggal dunia. Ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini sudah kita serahkan ke Denpom TNI AU Pekanbaru," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada wartawan, Selasa (24/5).‎

Menurut Guntur, saat diinterogasi Peltu Ww mengaku tidak sengaja menembak Lamhot hingga tewas. Sebab malam kejadian itu, Kamis (19/5), Peltu Ww pergi berburu hewan di hutan. Namun saat di lokasi, dia malah menembak korban.

"Pengakuannya tersangka Ww berburu hewan. Namun malah tertembak korban yang disangkanya hewan buruan. Tapi keterangan pelaku tetap kita dalami, sudah kita serahkan ke kesatuan yang bersangkutan," kata Guntur.

Peltu Ww ditangkap bersama dua orang warga sipil lainya, yakni BS (40), warga Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru selaku sopir saat peristiwa tersebut. S alias Tekno (43), warga Payung Sekaki, Pekanbaru, berperan sebagai tukang senter.

"Peltu Ww berperan sebagai pelaku penembakan. Petugas menyita barang bukti berupa sepucuk senjata api laras panjang yang sudah dimodifikasi, tas serta selongsong peluru kaliber 5,5," kata Guntur.

Tembakan yang diduga dilakukan anggota TNI AU itu mengenai bagian perut Lamhot. Korban meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsekal Pertama Henry ‎Alfiandi saat dihubungi merdeka.com membenarkan adanya informasi anggota ditangkap polisi. Namun Henry belum mengetahui apa penyebab kejadian tersebut.

"Saya juga mendapat informasi demikian. Namun masih saya dalami, bagaimana ini bisa terjadi," ujar Marsma Henry.

Henry juga belum mengetahui secara pasti apa penyebab kejadian tersebut. Sebab, Henry masih akan berkoordinasi dengan Polda Riau yang menangkap anggotanya itu.

"Saya dapat informasi, anggota kita itu bersama anggota Perbakin. Tapi masih kita dalami dulu, apa sebenarnya yang terjadi. Kok bisa begini, saya belum tahu pasti," kata Henry.

Henry menegaskan, jika benar anggotanya terlibat kejahatan apalagi menyebabkan warga sipil tewas, pihaknya akan menindak tegas. "Tentunya akan kita tindak tegas ya. Tidak ada toleransi, tidak ada yang ditutup-tutupi," tegas Henry.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP