Andi Lala dendam karena Riyanto berutang Rp 5 juta untuk beli sabu
Merdeka.com - Kasus pembunuhan satu keluarga di Mabar, Medan, semakin terang benderang. Peristiwa itu ternyata dipicu dendam karena narkoba.
"Berdasarkan pengakuan tersangka, motifnya dendam, tapi di TKP mereka merampok. Kita terus mendalami motifnya," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, di Aula Mapolda Sumut, Senin (17/4).
Andi Lala mengaku dendam karena korban Riyanto (40) terus mengelak ditagih utang. Dia menyatakan pernah memberikan Rp 5 juta kepada korban untuk membeli sabu-sabu, namun barang haram itu tak juga diberikan, sedangkan uangnya juga tidak kembali.
"Membunuh karena dendam karena menurut tersangka korban memiliki utang uang Rp 5 juta untuk membeli sabu-sabu," jelas Rycko.
Akibat dendam itu, Andi Lala pun merancang pembunuhan terhadap Riyanto. Dia mengajak keponakannya Roni (21), warga Jalan Pembangunan II, Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang, dan Andi Saputra (27), warga Jalan Sempurna Gang Buntu, Sekip, Lubuk Pakam, mendatangi kediaman korban.
Andi Lala kemudian menghabisi Riyanto di rumahnya di Pasar I Gang Tengah/Jalan Mangaan Gang Benteng, Mabar, Medan, Minggu (9/4) dini hari. Dia juga membunuh istri Riyando Sri Ariyani (38), kedua anak mereka, Syifa Fadillah Hinaya atau Naya (14) dan Gilang Laksono (11) dan mertua Riyanto, Marni (60). Di tubuh mereka ditemukan luka bekas hantaman benda tumpul. Sementara seorang balita, Kinara (4), tahun kritis akibat perbuatan pelaku.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya