Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ancaman racun sianida, polisi di Samarinda gusar nongkrong di warkop

Ancaman racun sianida, polisi di Samarinda gusar nongkrong di warkop Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Teror racun sianida kepada polisi, juga diwaspadai di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Bahkan, aparat penegak hukum sedang nongkrong di warung kopi di mana pun, diingatkan supaya waspada terhadap ancaman itu.

"Ya, kita waspadai ya. Meski saling kenal di warung kopi, kita tetap waspada ancaman racun sianida itu," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Setyobudi Dwiputro, kepada merdeka.com, Rabu (17/2).

Setyobudi mengatakan, telegram rahasia dari Mabes Polri memerintahkan anggotanya meningkatkan kewaspadaan terhadap ragam kemungkinan ancaman teror. Dia melanjutkan, perintah Kapolri itu saban hari dia sampaikan kepada anak buahnya, baik di Mapolresta maupun di tiap Polsek.

"Pastinya, kita antisipasi dan diingatkan kepada anggota setiap hari. Setiap hari waspada bahwa ini perintah langsung dari Pak Kapolri. Mau ke mana-mana, prosedurnya satu orang anggota mengawasi satu anggota lainnya. Tidak boleh sendirian ke mana-mana," ujar Setyobudi.

Kepolisian di berbagai daerah terus waspada, terkait potensi ancaman teror racun sianida. Ancaman diracun sianida dengan sasaran anggota Polri sedang bertugas di lapangan maupun di markas komando, disebabkan terinspirasi kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin, usai menenggak kopi dicampur racun itu, di Kafe Olivier, Jakarta. Teman Mirna, Jessica Kumala Wongso, kini ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan itu. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP