Ancaman PHK massal, Aher ingin perkuat sektor pertanian
Merdeka.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mengancam pekerja di Indonesia, tak kecuali di Jawa Barat (Jabar). Kekhawatiran itu berkaca ketika beberapa perusahaan kakap seperti Panasonic, dan Toshiba menutup pabriknya. Jabar sebagai daerah industri tentu harus mengantisipasi jika adanya ribuan orang ternyata benar dirumahkan.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, Jabar sebagai provinsi agraris tentu harus memperkuat sektor yang juga menjadi andalan. Dia menyebut agraris atau sektor pertanian adalah salah satu tulang punggung perekonomian di Indonesia.
"Hal lain pencegahan, untuk mengalirkan yang kita buka untuk hidupkan kawasan pertanian. Perlambatan tidak meninggalkan agraris. Agraris tetap jalan. Kalau bicara agraris, apapun kehebatan industri kita, agraris adalah industri dasar. Tidak boleh dihilangkan," katanya usai menghadiri acara Musda XII Gapensi di Ballroom Hotel Grand Pasundan, Bandung, Selasa (9/2).
Aher menambahkan, ke depan pengolahan sumber daya alam yang dihasilkan dari olahan tani harus diperkuat. Apalagi saat ini orang yang terjun ke pertanian kian banyak yang memiliki latar belakang sekolah tinggi.
"Maka itu kita perbanyak mengarah ke pengolahan alam dan lain-lain. Saya kira ke depan kita lakukan. Ini bagus. Jangan dikira impor kita banyak adalah industri elektronik, tapi pangan juga. Artinya kalau mau mengembangkan ya mesti pangan juga," ungkapnya.
Namun dia mengaku tetap akan juga mengikuti instruksi pemerintah pusat dengan paket kebijakan yang akan digulirkan. Sebab provinsi sebagai kepanjangtanganan pemerintah pusat harus bisa menyelaraskan apa yang sudah digulirkan. Apalagi kondisi melemahnya ekonomi juga bukan karena terjadi di Indonesia, tapi di beberapa belahan dunia.
"Pada saat PHK di tempat lain, ada tumbuh bisnis baru. Saya percaya pemerintah pusat. Ini levelnya bukan gubernur lagi kan. Tapi pemerintah pusat. Di provinsi, tetap akan lakukan langkah itu," jelasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya