Anas: Jangankan hak politik, hak kewarganegaraan dicabut saya siap
Merdeka.com - Terpidana Anas Urbaningrum tidak merasa diberatkan atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang mencabut hak politiknya. Anas justru merasa siap sekalipun haknya sebagai warga negara ikut dicabut.
Pernyataan itu disampaikan Anas saat disinggung bagaimana nasibnya sebagai pimpinan Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Menurut dia, yang menjadi persoalan adalah keputusan MA yang dianggapnya tidak berdasar fakta dan bukti-bukti kuat.
"PPI kan bukan politik. Jangankan hak politik, hak kewarganegaraan kalau mau dicabut juga boleh kok, itu bukan soal. Yang soal buat saya adalah putusannya yang tidak adil," kata Anas di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/6).
Saat disinggung apakah dirinya akan mengambil upaya hukum lain terkait keputusan MA. Anas mengaku akan mengajukan peninjauan kembali (PK).
"Upaya hukum di dunia kan masih ada dan masih dimungkinkan lewat PK. itu disediakan fasilitas hukum bernama PK," jelas Anas.
Bekas ketua umum Partai Demokrat itu menghormati integritas dan kredibilitas tinggi dari Hakim MA. Namun, dalam memutus kasasi yang diajukannya, Anas menilai Hakim sudah melukai keadilan.
"Karena melukai rasa keadilan. secara personal punya integritas tinggi tapi dalam kasus saya putusannya cacat keadilan," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya