Anas-Ibas tinggalkan Ternate setelah diteriaki massa
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjennya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dihadang massa di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara. Dua pimpinan partai penguasa itu ditolak masuk ke Ternate.
Seorang warga yang berada di lokasi menuturkan, penghadangan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Saat itu Anas dan Ibas berada di ruang VIP bandara Babullah.
"Anas dan Ibas ada di ruang VIP bandara, tapi di luar bandara orang berteriak-teriak. Meminta Anas dan Ibas pergi," ujar warga yang enggan disebutkan namanya tersebut, Kamis (24/5).
Menurutnya, begitu melihat situasi tidak memungkinkan, Anas dan Ibas langsung bergegas kembali menuju pesawat. Anas langsung terbang menuju Manado.
"Dia langsung kembali terbang. Saya tidak tahu apa sebabnya, tapi yang jelas di luar massa berteriak-teriak, tapi tidak sampai ada pemukulan di sana," imbuhnya.
Anas dan Ibas sedianya akan menghadiri acara Musda II partai Demokrat Maluku Utara. Sejak awal, Musda II Partai Demokrat Malut diprediksi akan menimbulkan keributan, karena ada dua panitia pelaksana yakni yang dibentuk oleh DPD I Partai Demokrat Malut dan yang dibentuk sesuai surat dari DPP Partai Demokrat.
Musda yang dibentuk DPD Partai Demokrat Malut semula akan digelar di Hotel Corner tanggal 24 sampai 25 Mei, sedangkan musda yang akan digelar oleh panitia yang ditunjuk DPP Partai Demokrat pada waktu yang sama di Hotel Amara, namun akibat insiden tersebut kedua musda itu dibatalkan.
Ada tiga calon yang maju pada Musda DPD Partai Demokrat Malut yakni Thaib Armaiyn, Beni Laos (pengusaha) dan Rahmi Husen (anggota DPRD Malut dari Fraksi Partai Demokrat). (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya