Anas ibaratkan keterangannya ke KPK bagai bumbu pecel
Merdeka.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, sore hari ini selesai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anas diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Saat ditanyai wartawan soal proses pengurusan anggaran dan penerbitan sertifikat tanah proyek Hambalang, Anas enggan membeberkannya. Anas malah mengaku tidak tahu apakah keterangan yang disampaikan ke penyidik KPK berguna atau tidak.
"Ibarat kokinya mau bikin konro, tapi yang dipakai bumbu pecel. Saya tidak tahu apakah hal itu nyambung atau tidak," kata Anas kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (6/5).
Anas yang diperiksa selama empat jam itu kembali duduk di tangga KPK saat memberikan keterangan. Dia mengaku cuma kenal dengan tersangka AAM (Andi Alifian Mallarangeng) dan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo.
Anas mengaku diperiksa untuk tiga tersangka, yakni AAM, DK, dan TBMN. Dia mengaku pertanyaan diajukan oleh penyidik KPK cukup banyak.
Anas mengaku kenal dengan Andi Mallarangeng sejak 1998. Keduanya adalah anggota Tim Tujuh yang bertugas menyusun paket Undang-undang Politik. Dia mengatakan ditanyai penyidik saat masih menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat dan anggota Komisi X DPR.
"Saya juga ditanya apakah kenal Pak Deddy Kusdinar, saya bilang tidak. Lalu ditanya apakah kenal Pak Teuku Bagus, saya jawab tidak," ujar Anas.
Anas mengakui kenal dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Dia mengatakan mereka bertemu dalam acara Silaturahmi Nasional Partai Demokrat di Sentul, Bogor, pada akhir 2012.
Namun, saat ditanya para wartawan apakah ditanyai soal pengurusan anggaran dan pengurusan sertifikat, Anas enggan mengatakannya. Dia menyarankan sebaiknya hal itu ditanyakan saja ke KPK. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya