Anak yang hajar bapaknya ternyata alami gangguan jiwa
Merdeka.com - Video kekerasan seorang remaja hajar orangtua viral di media sosial. Setelah diselidiki ternyata pelaku Arif adalah anak korban, Sukiyat. Kekerasan terjadi karena Sukiyat dianggap sering membuat ulah.
Selain menendang perut, Arif juga sempat memukul bapaknya dengan kayu. Selain Arif, di lokasi ada Crisye dan Febri, masing-masing diketahui sebagai adik dan teman, namun tak terlibat pemukulan.
Kapolres Trenggalek AKBP, Donny Adityawarman mengatakan Sukiyat memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan kerap berulah merusak atau bahkan mencuri barang-barang milik orang lain di sekitar rumahnya di lingkungan Cengkong, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek.
"Sukiyat sendiri sudah meninggal tiga bulan lalu, sekitar November 2016. Sementara peristiwa yang terekam itu terjadi sudah dua tahun lalu pada pertengahan 2015. Jadi video ini lama tapi baru muncul sekarang," katanya dilansir dari Antara, Kamis (2/3).
Donny mengatakan, kasus tersebut tidak bisa dilanjutkan ke ranah hukum lantaran pelaku pemukulan yang bernama Arif memiliki kecenderungan gangguan psikologis atau kejiwaan yang sama seperti bapaknya.
"Meskipun sifatnya temporary, kasus ini akan lebih diarahkan untuk dilakukan penanganan secara kejiwaan dengan melibatkan pemerintah daerah melalui jajaran dinas terkait," ujarnya.
Musringah, istri almarhum Sukiyat mengatakan dari pernikahannya memiliki tujuh putra. Sang suami pernah dirawat di RSJ Lawang. "Bapak menderita gangguan jiwa sejak anak bungsu saya masih kecil. Tidak tahu kenapa dan tidak kunjung sembuh hingga meninggalnya," ungkapnya.
Dia dan anak-anaknya, termasuk Arif dan Crisye yang turut serta, mengaku tidak tahu siapa yang merekam video itu termasuk siapa yang menyebarkannya. Sebab, kata dia, kejadian sudah berlangsung lama dan terpaksa dilakukan karena Sukiyat kerap membandel ketika ketahuan mencuri atau merusak barang milik warga.
"Bapak semasa hidupnya kerap dipukuli warga, mungkin karena gangguan jiwa yang dia alami sehingga kerap bertindak merusak atau mencuri, dan menjadi sasaran kekerasan. Bapak meninggal juga karena bekas luka bacokan di bagian kaki yang tak kunjung sembuh sehingga infeksi," tandasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya