Anak tukang becak ber-IPK 3,96 pernah ngajar di Malaysia
Merdeka.com - Meski ayahnya pengayuh becak, Raeni, mahasiswa jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (Unnes) terus berjuang agar bisa lulus dengan hasil terbaik. Tak percuma, dari usahanya selama tiga tahun enam bulan, dia mendapat IPK 3,96 dan menjadi lulusan terbaik di Unnes.
Raeni (21) sempat kaget dengan hasil yang didapat. Apalagi selama duduk di bangku kuliah, waktunya juga tersita untuk kegiatan dan organisasi yang digelutinya.
"Awal semester 1 kemarin, IPK sih memang sempat 4. Tapi di berikutnya ya naik turun," ungkap Raeni saat berbincang santai dengan merdeka.com, Rabu (11/6).
Raeni lantas berkisah soal masa-masa kuliahnya. Meski sering izin kuliah, dia berusaha tetap mengutamakan belajar.
"Saya itu kemarin sering izin kuliah karena banyak kegiatan. Ikut lomba terus ikut delegasi ke beberapa kampus, pernah ke UI, ITB, IPB, UPI, UNP," jelasnya.
Karena mampu menjaga prestasinya, Raeni juga mendapat kesempatan praktik mengajar di Malaysia bersama dengan 14 anak di Unnes seangkatannya. Bungsu dua bersaudara ini mengaku sangat bangga dan senang mendapat kesempatan mengajar ke sana dan dibiayai sepenuhnya oleh kampus.
"Saya dua bulan praktik mengajar di Sekolah Agama Menengah Rawang, di daerah Selangor. Senang sekali di sana, pengalamannya, di sana itu anak-anak sangat menghormati pada yang lebih tua. Mereka juga rajin-rajin," beber wanita berjilbab ini.
Satu hal yang membuatnya terkenang dari pratik mengajar di Malaysia, "Bisa bahasa melayu juga, kalau Inggris kan pasti ya" jelas bangga.
Dia berharap dengan IPK yang didapat dan pengalaman mengajar di luar negeri bisa memberikan masa depan yang cerah.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya