Anak SD ditanya perceraian, Mendikbud minta laporkan jangan ditutupi
Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan tak ingin kasus materi soal ujian sekolah bermuatan kekerasan, pembunuhan atau perceraian seperti yang terjadi di SD baru 02 Pagi Pasar Rebo, kembali terulang di masa mendatang. Menteri Anies meminta siswa, orangtua, guru hingga dinas pendidikan melaporkan jika menemukan ada materi pelajaran yang tak sesuai.
"Kejadian seperti ini laporkan. Jadi memang harus diperbaiki terus-menerus, dan jangan menutupi. Jadi kepada sekolah dan dinas jangan menutupi, diakui lalu dikoreksi," ujarnya kepada wartawan di Komisi X Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/5).
Pengawasan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tidak hanya itu, pengawasan orangtua juga menjadi poin utama yang turut mempengaruhi perkembangan intelektual anak.
Anies meminta masyarakat tak memandang sebelah mata pendidikan Indonesia hanya karena beberapa kasus soal ujian anak yang materinya tidak sesuai.
"Ada 212.000 sekolah, jangan diingat satu sekolah saja. Jadi kurang fair saja (karena overkill) semata-mata terbawa seolah media sosial atau yang diperbincangkan," ucapnya.
Begitu pula dengan kualitas guru. Walau ada kasus guru membuat materi soal ujian tak sesuai, tetapi masih banyak guru yang berkualitas.
"Di lapangan ada 3 juta guru yang bekerja ketika ada satu yang terjadi seperti ini dan di Jakarta difoto dan menjadi perhatian, yang berjalan baik banyak cuma kadang-kadang kita lupa," jelas dia.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya