Anak kalah dalam Pileg, orangtua Caleg bantah pukul warga
Merdeka.com - H Rohani orangtua caleg Kabupaten Serang, dari Partai Demokrat Wahyu Megahita, membantah dirinya telah memukul warga dan memblokir jalan akibat suara yang didapat anaknya kalah di Kampung Sumerang, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
"Kalau marah dan menunjuk-nunjuk, itu benar. Tapi bukan soal kekalahan. Kalah dan menang itu biasa. Tapi ini ada yang main duit," ujar Rohani.
Rohani juga membantah dirinya telah memblokir jalan, karena jalan yang di tutup batu merupakan jalan di lahan miliknya yang akan dipugar yang telah di rencanakan beberapa waktu lalu. "Itu tanah saya yang dipakai jalan, bukan tanah orang lain. Saya punya sertifikatnya, ungkapnya. Batu yang ada di jalan itu bukan untuk memblokir jalan, tapi rencananya untuk dibangun. Sebelum ada permasalahan itu, memang sudah membangun di atas lahan itu," ujar Rohani.
Rohani mengaku, dirinya marah karena ada warga yang telah menerima uang senilai Rp10 ribu dari seorang warga lainnya untuk mencoblos anaknya dan dua caleg lainnya. "Saya bilang gak mungkin Mega seperti itu (money politic-red). Saya tidak pernah money politic. Saya sudah memupuk sejak lama. Mereka masih tidak mau cerita yang sebenarnya. Padahal, saya sudah tahu kalau ada oknum dari partai lain yang ngasih uang itu. Kalau dia jujur, gak akan saya marahi. Dan akhirnya mereka mengaku," ungkapnya.
Sementara itu kapolres Cilegon AKBP Defrian Donimando mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan pemukulan terhadap warga tersebut," Dalam proses sidik, memeriksa saksi-saksi, sudah 4 orang yang di periksa," ujar Defrian.
Diberitakan sebelumnya, akibat akibat suara yang didapat anaknya minim, orang tua caleg, H Rohani diduga telah memukul warga dan memblokir jalan di Kampung Sumerang, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya