Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Amran sebut uang dari Hartati untuk bayar saksi Pilkada

Amran sebut uang dari Hartati untuk bayar saksi Pilkada Siti Hartati Murdaya Poo. forbes

Merdeka.com - Amran Batalipu, Bupati Buol yang ditangkap KPK mengaku pernah menerima sejumlah uang dari perusahaan milik Hartati Murdaya Poo. Uang itu diterima Amran untuk dana kampanye ketika ia kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Buol, Sulawesi Tengah.

"Uang itu untuk bantuan pilkada," ujar Amran lewat kuasa hukumnya, Amat Entedaim, di kantor KPK, Jakarta, Jumat (20/7).

Amat mengatakan uang tersebut digunakan untuk membayar saksi-saksi pendukung Amran di 287 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Buol. Setiap TPS, ada dua orang saksi.

"Perorang dibayar Rp 250 ribu," ujar Amat.

Menurut Amran, uang Rp 3 miliar yang diduga KPK sebagai suap itu juga digunakan untuk pengadaan atribut kampanye.

"Pernah waktu kampanye sampai dihadiri 40 ribu orang. Terus kan juga harus bayar bensin motor, apalagi di sana (Buol) kan mahal," ujarnya.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Buol Amran Batalipu sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap terkait penerbitan hak guna lahan kelapa sawit dari PT Hardaya Inti Plantation, perusahaan milik anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hartati Murdaya Poo. Hartati kini sudah dicegah oleh KPK.

KPK sebelumnya sudah menangkap Anshori, manajer di perusahaan kelapa sawit itu. KPK pun menangkap tiga orang yang merupakan rekan kerja Anshori. Satu orang telah ditetapkan tersangka yakni inisial GS dan dua orang lainnya D dan S akhirnya dilepas setelah diperiksa secara intensif. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP