Amien Rais: Kita saat kampanye pedas dan tajam, begitu usai ya sudah
Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap calon pemilih. Salah satu di antaranya tokoh nasional Amien Rais yang berdomisili di Jalan Pandeansari, Condong Catur, Caturtunggal, Depok, Sleman. Coklit terhadap Amien Rais dilakukan KPU Sleman, Jumat (27/4).
Saat dilakukan coklit oleh KPU Kabupaten Sleman, Amien Rais sempat berpesan bahwa penyelenggaraan Pemilu musti Jurdil dan Luber, atau jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia.
"Langsung artinya tidak boleh diwakilkan. Sedangkan umum artinya universal, baik laki-laki, perempuan, kaya maupun miskin itu sama," ujar Amien Rais.
Amien Rais juga meminta agar penyelenggaraan Pemilu harus tanpa ancaman dari pihak manapun dan harus betul-betul bebas. Dalam memilih, kata Amien Rais harus sesuai dengan kedaulatan pribadinya.
Amien juga berharap agar penyelenggaraan Pemilu tidak ada yang mematai-matai maupun mengintip. Sehingga penyelenggaraan Pemilu bisa benar-benar rahasia.
"Pemilu juga harus jujur dalam perhitungannya (perhitungan jumlah suara). Secara sengaja jangan sampai disalahkan. Pemilu harus adil. Tidak boleh dari partai A atau partai B mendapatkan perlakuan yang diistimewakan. Semua sama," urai Amien Rais.
Amien Rais menambahkan bahwa Indonesia di dunia internasional dikenal sebagai negara demokratis nomor 3 di dunia. Negara lain, sambung Amien Rais, kalah dengan kita dalam hal demokrasi.
"Kita saat kampanye pedas dan tajam. Begitu usai kampanye ya sudah. Kayak tinju. Dipukuli sampai berdarah setelahnya dipeluk. Seperti itulah," tutup Amien Rais.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya