Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Amankan Demo 11 April di Semarang, Polisi Siagakan Pasukan Gabungan dan Polwan

Amankan Demo 11 April di Semarang, Polisi Siagakan Pasukan Gabungan dan Polwan Ilustrasi. ©2020 Merdeka.com/ikhwan

Merdeka.com - Aparat Polrestabes Semarang akan menyiagakan pasukan gabungan untuk mengamankan demonstrasi mahasiswa, Senin (11/4) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Petugas dari berbagai fungsi kepolisian serta tim negosiator dari unsur Polwan disiapkan.

"Jadi petugas yang terjun nantinya sudah tahu apa yang harus dilakukan. Jumlah personel sebanding dengan jumlah massa. Begitu kita tahu jumlah massa, kita tetapkan jumlah personel yang tugas. Yang bertugas nantinya terdiri dari semua fungsi di kepolisian dan kita ada tim negosiator," kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga Dwi Perbawa, Minggu (10/4).

Terkait personel pengamanan, polisi tetap mengedepankan pengamanan dengan unsur humanis dan bertindak sesuai SOP yang ada.

"Kita akan mengamankan secara soft dan humanis. Untuk itu kami mohon kerja sama para peserta untuk tertib, tidak anarkis," ungkapnya.

Pada prinsipnya polisi tidak melarang siapapun menggelar demo. Namun harus sesuai aturan dan tertib.

"Penyampaian aspirasi tidak kita larang karena diatur dalam undang-undang. Sampaikan aspirasi secara tertib. Sampaikan aspirasi di wilayah Semarang saja, tidak perlu ke lain tempat. Semua terkait penyampaian aspirasi pasti kita kawal," ujarnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan berdasarkan informasi di Jawa Tengah ada unjuk rasa yang terpusat di Semarang. Diperkirakan massa berjumlah sekitar seribu orang dan berasal dari beberapa kota.

"Unjuk rasa merupakan bagian dari demokrasi dan dijamin oleh undang-undang. Untuk itu kami siap melakukan pengawalan dan pengamanan agar kegiatan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lain," kata Iqbal Alqudusy.

Dia juga mengimbau peserta unjuk rasa tidak anarkis serta mematuhi batas jam pelaksanaan kegiatan unjuk rasa. "Kami harap peserta menyampaikan aspirasi secara tertib dan santun serta tidak anarkis. Peserta agar menghormati masyarakat lain yang melaksanakan aktivitas dan ikut menjaga kekhusyukan bulan Ramadan," tandasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP