Alumnus Unisba diduga gabung ISIS pamit ke Singapura 2014 lalu
Merdeka.com - Pihak Unisba membenarkan Rudi Jaelani disebut-sebut bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah lulusannya. Dia diketahui menyelesaikan kuliah pada 2014 dari Fakultas Ekonomi.
Rudi tinggal di Bandung sempat pamit ke Singapura di tahun sama. Hal itu diketahui pihak akademik Unisba usai bertemu dengan pihak keluarga, buat mendapatkan kabar soal Rudi.
"Kami sudah menelusuri ke tempat tinggal yang bersangkutan. Kami sudah bertemu orang tua Rudi Jaelani. Sejauh yang sudah kami konfirmasi, yang bersangkutan meminta izin orangtuanya untuk bekerja di Singapura. Rudi berangkat sejak November 2014 ke Singapura," kata Kepala Humas Unisba, Fuady, Selasa (8/3).
Meski begitu, Fuady meragukan Rudi menjadi anggota ISIS. Sebab saat pergi, Rudi juga membawa ijazah dan transkrip nilai.
"Sangat janggal jika orang yang bergabung dengan ISIS membawa ijazah, transkrip, dan KCK. Surat-surat itu biasanya digunakan alumni untuk melamar pekerjaan," ujar Fuady.
Fuady juga menyatakan, Surat Keterangan Catatan Kepolisian berisi keterangan Rudi tidak memiliki catatan kejahatan. Itu artinya selama kuliah di Unisba hingga lulus, dia berkelakuan baik.
Rektor Unisba, Thaufiq Siddiq, menyatakan terlalu dini, jika dokumen tersebar di media sosial disimpulkan buat menyatakan Rudi menjadi anggota ISIS.
"Bagi kami ketika akun tersebut belum membuktikan terjadi tewasnya WNI dan belum menunjukkan wajahnya dan identitas yang jelas, ini masih terlalu prematur, kita masih harus teliti lebih lanjut," kata Thaufiq.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya