Alih fungsi bikin babi hutan serang kebun warga di Banyumas
Merdeka.com - Alih lahan hutan lindung menjadi hutan produksi yang terjadi di Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah disinyalir membuat satwa yang berada di dalamnya kekurangan sumber makanan. Akibatnya, lahan pertanian Palawija warga yang berada dekat hutan lindung dirusak kawanan babi hutan.
Salah satu petani, Sodik mengakui, sudah lima tahun terakhir serangan babi hutan makin merajalela. Serangan babi hutan saat musim kemarau dan awal musim hujan semakin meningkat.
"Tadinya kan semua (babi hutan) hidup di hutan, bukan di kebun. Sekarang, semuanya kan sudah dibikin hutan kayu semua. Sekarang lahannya sudah jadi alas (hutan) tanaman kayu semua. Akibatnya, babi hutannya jadi banyak," ujarnya, Kamis (26/11).
Dari cerita Sodik, awal musim hujan seperti saat ini, benih palawija yang ditanam petani sudah habis dimakan babi hutan. "Dulunya saat hutan masih bisa ditanami budin (ketela) dan palawija tidak ada itu (babi hutan). Sekarang sudah ditanami hutan kayu semua," lanjutnya.
Bupati Banyumas Achmad Husein berjanji berkoordinasi dengan polisi dan tentara mencari solusi yang dikeluhkan warga. Dia meminta warga tetap tenang, tanpa menurunkan kewaspadaan.
"Tapi (babi hutan) jangan ditembak semua, kasihan ya. Jadi, tetap babi hutan itu tetap ada di dalam hutan. Cuma jumlahnya memang tidak terlalu banyak. Kalau jumlahnya satu juta ya jadi persoalan," ujarnya.
Achmad Husein tidak menampik perubahan lahan hutan lindung ke hutan produksi pinus menyebabkan babi hutan kehilangan sumber makanan. Tak heran jika babi hutan mencari makanan keluar dari habitatnya hingga ke lahan pertanian warga.
"Jadi ini memang sudah menyangkut keamanan. Nanti kita akan bicarakan dengan Pak Dandim dan Pak Kapolres, bagaimana mengatasi persoalan ini," janjinya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya