Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Alhamdulillah, rezeki lancar setelah daftar haji'

'Alhamdulillah, rezeki lancar setelah daftar haji' Teguh Supadi dan Titik Sugiati. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Teguh Supadi (43) dan Titik Sugiati (43) tampak bahagia saat memasuki Paviliun 3 Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, Arab Saudi. Setelah melaksanakan ibadah selama 40 hari di Tanah Suci, pasangan suami istri itu akhirnya pulang ke Tanah Air.

Teguh dan Titik yang tergabung dalam Kloter 45 Embarkasi Surabaya terbang ke Indonesia pada pukul 00.55 Waktu Arab Saudi (WAS), Kamis (21/9). Rombongan akan tiba di Bandara Juanda Surabaya siang hari. Perjalanan Madinah ke Surabaya ditempuh sekitar 9-10 jam. Ada 14 kloter yang akan pulang perdana pada gelombang kedua ini lewat Bandara Madinah.

Saat ditemui di Bandara Madinah, Teguh bersyukur telah melaksanakan ibadah haji dengan lancar bersama istri. Ibadah di Makkah dan Madinah tidak ada kendala. "Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik. Badan diberi kesehatan," kata Teguh.

Teguh bercerita, awal niat ingin berangkat haji datang begitu saja. Katanya, berangkat haji adalah panggilan Tuhan. Tahun 2011 daftar, 2017 berangkat menunaikan ibadah haji. "Tahun 2011 saya daftar haji berdua sama istri. Alhamdulillah, setelah daftar rezeki malah lancar. Dagangan saya lancar. Dikembalikannya cepat," ujar Teguh.

Ya, Teguh seperti mendapatkan berkah dari Tuhan. Rezekinya berlipat usai mendaftar haji. Uang Rp 50 juta yang untuk daftar, seperti kembali lagi. "Dagangan saya laris," ceritanya.

Teguh dan Titik sehari-hari berdagang di Pasar Bangli, Bali. Teguh jualan pakian, sedangkan istrinya jualan aksesoris. Ada dua toko di pasar tersebut. "Istri saya jualan aksesoris seperti tas dan aksesoris wanita lainnya. Kalau saya jualan pakaian, ada untuk laki-laki dan perempuan," jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Teguh sangat bersyukur diberi kelimpahan rezeki. Jika mengingat masa lalu awal-awal ia merantau ke Bali adalah masa-masa sulit. Tepatnya tahun 1996. Ia berjualan keliling. Dari rumah ke rumah ia menawaran pakaian.

"Dulu saat masih jualan keliling hanya cukup buat makan dengan keluarga," katanya.

Berkat doa dan keuletannya, Teguh mampu membuka toko di Pasar Bangli Bali. Dari situ, Teguh selalu menyisihkan rezekinya untuk mendaftar haji.

Sosok Teguh di antara sesama jemaah juga dikenal dermawan. Salah satu jemaah asal Bali bercerita, bahwa Teguh sering banyak sodaqoh. "Resepnya Pak Teguh banyak Sodaqoh. Saat di Makkah, banyak jemaah dikasih makan gratis waktu tidak ada layanan katering. Pak Teguh masak lalu dimakan ramai-ramai," ujar seorang jemaah yang duduk di samping Teguh.

Mendengar cerita itu, Teguh hanya tersenyum. "Saya memang bawa beras banyak dari Indonesia. Ya memang masak," kata Teguh.

Teguh dan istri rencananya usai ibadah haji akan kembali ke kampung halamannya, Klaten, Jawa Tengah. "Tapi nanti setelah 10 hari di Bali, baru pulang kampung," ujarnya.

Selamat jalan Pak Teguh dan istri. Semoga selamat sampai tujuan...

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP