Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alat pemantau Merapi hilang, warga bingung saat hujan abu

Alat pemantau Merapi hilang, warga bingung saat hujan abu debu Merapi. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Warga Dusun Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DIY kesulitan memantau kondisi Merapi karena alat pemantau Merapi di pos pemantauan Kalitengah Kidul hilang beberapa waktu lalu.

Akibatnya, mereka bergantung pada informasi dari luar, sekalipun lokasi tempat tinggal warga hanya berjarak sekitar lima kilometer dari puncak Merapi.

Maryati, 33, warga Kalitengah Kidul, menyatakan hilangnya alat pemantau yang berada di pos pemantauan Kalitengah Kidul sudah terjadi beberapa waktu lalu.

"Kabar-kabarnya dicuri, tapi saya juga tidak tahu pasti," kata Maryati, Selasa (17/7) kepada merdeka.com.

Alat pemantau tersebut, menurut Maryati telah terpasang sejak setahun lalu untuk memberi kemudahan pada warga yang ingin mengetahui situasi Merapi.

Mengingat daerah ini letaknya sangat dekat dengan gunung, hilangnya alat pemantau membuat warga bergantung pada relawan dan tim SAR untuk memantau aktivitas gunung.

Maryati mengatakan kejadian hujan abu Minggu (15/7) malam lalu sempat menimbulkan kepanikan di warga sekitar yang menanyakan perihal Merapi kepada anggota tim SAR dan relawan yang memiliki HT. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP