Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan takut teroris, 6.000 turis batal injakan kaki di Bali

Alasan takut teroris, 6.000 turis batal injakan kaki di Bali Upacara Melasti. ©AFP PHOTO/Sonny Tumbelaka

Merdeka.com - Tiga kapal pesiar bertaraf internasional membatalkan rencananya untuk berlabuh di pelabuhan Beno Bali. Alasannya, mereka takut akan adanya isu teroris di Indonesia.

Kapal pesiar yang rata-rata mengangkut minimal 2.000 orang itu dijadwalkan akan bersandar di Bali selama Maret ini. Ketiga kapal pesiar tersebut adalah Celebrity Solstice, Millennium dan Royal Caribbean.

Pembatalan rencana berlabuh di Benoa dengan alasan yang sama, yaitu kuatir adanya serangan teroris di Indonesia. Untuk kapal Celebrity Solstice telah dipastikan batal karena rencanaya akan berlabuh pada 7 maret 2016 lalu.

Sementara Milemium juga turut membatalkan rencana berlabuh di Pelabuhan Benoa pada 16 Maret mendatang dengan alasan yang sama yaitu masalah keamanan. Pembatalan kedua kapal pesiar ini semula terungkap dari pembicaraan antara penyedia jasa wisata dengan penumpang kapal.

Dikonfirmasi PLH KSOP Benoa, Wayan Suarta, membenarkan adanya pembatalan ketiga kapal besar tersebut berlabuh di Pelabuhan Benoa Bali.

"Kita no action. Kapal masuk kita hanya pastikan keselamatan dan keamanan dari sisi pelabuhan, namun untuk pembatalan itu urusan negara dengan pihak mereka," kata Suarta, di Denpasar, Bali, Sabtu (12/3).

Dia mengatakan, berdasarkan prosedur standar konfirmasi awal kapal akan merapat menjadi kewenangan Kementerian Luar Negeri, BAIS dan Perhubungan Pusat. "Jika semuanya sudah clear dari instansi terkait barulah mereka masuk (berlabuh)," katanya.

Lantaran masalah keamanan, tiga kapal pesiar besar batal berlabuh di Bali. Tentu hal ini membuat gerah Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto. Diapun menyayangkan 3 kapal pesiar asing itu batal sandar di Pelabuhan Benoa karena alasan keamanan.

"Sejauh ini belum ada laporan dari intelijen atau pihak berwenang lainnya mengenai adanya rencana serangan teroris khususnya di Bali. Sampai hari ini belum ada informasi yang menyatakan kita akan diserang teroris," kata Kapolda, di Mapolda Bali.

Menurutnya, serangan teroris bisa terjadi di mana saja, pernah terjadi di Paris, Amerika, Turki juga Australia beberapa waktu lalu.

"Peristiwa serangan teror bisa terjadi di ujung dunia manapun. Masyarakat tidak perlu khawatir, yang diperlukan adalah kewaspadaan," katanya. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP