Alasan polisi pindahkan Ahok ke Rutan Mako Brimob
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipindahkan dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (9/5) malam. Alasannya, massa pendukung Ahok yang menggelar aksi simpatik mengganggu ketertiban lalu lintas.
"Karena memang banyak simpatisan Ahok yang mengikuti beliau ke Cipinang waktu diperintahkan ke Cipinang, mereka berbondong-bondong. Kebanyakan wanita dan anak-anak di depan Cipinang itu jalan umum dan cukup padat," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (10/5).
Selain jumlah massa yang banyak, aksi yang digelar sampai larut malam pun menjadi alasan polisi buru-buru memindahkan Ahok ke Mako Brimob. Menurut Rikwanto, aksi simpatik tersebut jelas mengganggu hak-hak pengguna lalu lintas.
"Mereka dari sore sampai malam cukup banyak bawa macam-macam bunga dan lilin ternyata itu cukup mengganggu aktivitas masyarakat dan membuat lalin menjadi macet bahkan kita beberapa kali mengajak memperingatkan segera bubar, jam 8-9 malam baru bisa clear baru bisa kembali," ujar dia.
Khawatir terjadi aksi lanjutan, polisi bersama dengan pihak Kemenkumham pun akhirnya sepakat memindahkan Ahok ke Rutan Mako Brimob. Apalagi, lokasi Mako Brimob dianggap strategis dan penjagaannya cukup ketat.
"Di Mako Brimob cukup ke dalam, walaupun di pinggir jalan, tetapi penjagaannya berbeda, tentu aksi-aksi enggak terjadi lagi di sana ya karena tidak bisa dilihat dari dalam dan penjagaannya diperketat," ucap Rikwanto.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya