Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan Pemkab Bandung kritik tol air Ridwan Kamil

Alasan Pemkab Bandung kritik tol air Ridwan Kamil banjir pasteur dan saritem. ©2016 facebook.com/Gerry Immanuel

Merdeka.com - Proyek tol air yang dibuat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk menangani banjir justru mendapat kritik keras dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung Ernawan menjelaskan alasannya. Proyek itu dikhawatirkan membuat air di Sungai Citarum yang membelah Kabupaten Bandung meluap. Banjir yang menggenangi wilayahnya, tidak terlepas dari kiriman air tersebut.

Selama ini wilayahnya selalu menjadi lokasi tujuan air yang mengalir dari tiga daerah yakni Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Cimahi yang berada di wilayah hulu. Salah satu alasannya mengkritik proyek ini karena tidak ada koordinasi antara Pemkot Bandung dengan Pemkab Bandung.

"Semua tindakan yang ada di perbatasan, ada baiknya kita bicarakan dengan baik, duduk bersama. Jangan sampai selesai di hulu, selesai di daerah tertentu, tapi jadi masalah ke daerah lain," ujar Ernawan usai menghadiri rapat koordinasi terkait penanganan banjir di Bandung Raya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (1/11)..

Dia berharap agar buangan dari tol air ini tidak dialirkan langsung ke sungai karena akan menambah volume air ke Sungai Citarum yang berada di wilayahnya. Sebab tol air akan menguntungkan Kota Bandung, sedangkan dampaknya langsung terhadap Kabupaten Bandung.

"Sebaiknya ada penampungan dulu di Kota Bandung, jangan langsung dibuang. Tol air baik bagi Kota Bandung, tapi bagi Kabupaten Bandung belum tentu. Harusnya disimpan dulu di Kota Bandung," ucapnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen menjawab langsung kritik tersebut. Aliran tol air disalurkan ke Sungai Cinambo yang bermuara ke Citarum. Tol air sebenarnya hanya sebatas mengambil air yang menggenang di jalan Kota Bandung kemudian dialirkan ke Sungai Cinambo.

"Ini hanya untuk memperlancar saja. Harusnya kan membuang ke sungai. Emangnya harus kemana lagi?," kata Iskandar di tempat yang sama.

"Kita memperlancar air yang ada ke saluran yang ada. Kita tidak pernah buang air sembarangan. Ya pasti lewat saluran, atau sungai," katanya.

Dia pun memastikan air buangan tersebut akan dialirkan ke Sungai Cinambo. Selain karena posisi sungai yang lebih tinggi, tersumbatnya saluran air pun karena adanya sumbatan yang disebabkan banyak faktor.

"Prinsipnya (tol air) kita hanya memperlancar aliran yang memang seharusnya lancar, tidak ada sumbatan-sumbatan. Kan kalau misalnya dalam kota drainasenya ada kabel, sampah, kita hanya memperlancar," terangnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP