Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan Pemerintah Libatkan TNI dan Polri Sebagai Tracer Covid-19

Alasan Pemerintah Libatkan TNI dan Polri Sebagai Tracer Covid-19 Letjen Doni Monardo. ©2020 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Pemerintah melibatkan personel TNI dan Polri sebagai tracer atau pelacak Covid-19. Pelibatan personel dikarenakan TNI dan Polri memiliki satuan khusus yang membidangi masalah kesehatan.

"Jadi TNI dan Polri juga punya satuan yang membidangi masalah kesehatan sampai di tingkat terendah yaitu Korem. Bahkan Kodim memilikinya, tetapi paling tidak di tingkat Korem," kata Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dalam Rakornas Penanggulangan Bencana di Gedung BNPB, Selasa (9/3).

"Kemudian sejumlah pejabat Babinsa adalah orang-orang yang juga punya latar belakang sebagai perawat. Nah latar belakang dia sebagai perawat ini tidak lah sulit untuk dilatih sebagai tracer," sambungnya.

Selain itu, pelibatan TNI dan Polri sebagai tracer mengikuti kebijakan sejumlah negara di dunia. Doni menyebut, beberapa negara mulai memobilisasi unsur TNI dan Polri karena personel dua lembaga tersebut sudah tersebar di seluruh pelosok negeri.

"Tentunya ini memberikan kemudahan karena militer dan polisi hampir berada di seluruh kabupaten dan kota, kecamatan bahkan tingkat desa," ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Doni, personel TNI dan Polri memiliki kedisiplinan tinggi. Sehingga tidak sulit bagi pemerintah melatih personel TNI dan Polri untuk melakukan pelacakan Covid-19.

"Melatih tentara tidak lah sulit karena mereka sudah dilatih, diseleksi dari awal. Jadi kalau merekrut tentara, polisi sebagai tracer adalah satu langkah yang sangat tepat," tandasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP