Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan MKD tolak permintaan Golkar agar Setnov diperiksa pagi ini

Alasan MKD tolak permintaan Golkar agar Setnov diperiksa pagi ini Sidang lanjutan MKD terkait Setnov. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad mengakui anggota majelis MKD dari fraksi Golkar meminta agar Ketua DPR Setya Novanto diperiksa pagi ini. Namun menurut Dasco, permintaan itu ditolak dalam rapat internal MKD setelah memintai keterangan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin.

"Enggak bisa. Karena memang menurut tata beracara kita harus memberi pemberitahuan surat terlebih dahulu. Gimana kita kemudian mau panggil tapi suratnya belum," kata Dasco usai persidangan lanjutan di MKD dengan memintai keterangan Presiden Direktur Maroef Sjamsoeddin di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/12).

Dasco mengatakan hanya fraksi Golkar di MKD yang ngotot meminta Setya Novanto diperiksa hari ini. Alasannya Golkar, karena apabila diperiksa pekan depan Setya Novanti bakal disibukkan dengan acara pernikahan anaknya.

"Itu tadi ada juga teman-teman dari Golkar. Karena kan pengadunya padat acara keluarga, besok kan ada pernikahan anak segala macam. Untuk meminta supaya bisa memberikan keterangan pada hari ini. Kita sudah bicarakan di rapat internal bahwa itu surat panggilan harus dikirim dulu," ujar Dasco.

"Golkar aja, lainnya enggak ada. Itu sepintas saja diusulkan. Tapi kan kita tadi lebih banyak membahas siapa saja yang akan dimintai keterangan ke depan," tandasnya.

Sebelumnya, Dasco menjelaskan bahwa dalam sidang tertutup MKD, perwakilan Fraksi Golkar tiba-tiba usulkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) dipanggil pagi ini untuk diperiksa MKD. Usulan tersebut muncul sekitar 30 menit usai pemeriksaan Presdir PT Freeport Maroef Sjamsoeddin.

"Itu tadi ada juga teman-teman dari Golkar. Karena kan pengadunya padat acara keluarga, besok kan ada pernikahan anak segala macam. Untuk meminta supaya bisa memberikan keterangan pada hari ini. Kita sudah bicarakan di rapat internal bahwa itu surat panggilan harus dikirim dulu," ujar Dasco di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (4/12).

Menurut Politikus Gerindra ini, selain dari Fraksi Golkar tak ada yang setuju Setnov dipanggil MKD pagi ini.

"Golkar aja, lainnya enggak ada. Itu sepintas saja diusulkan. Tapi kan kita tadi lebih banyak membahas siapa saja yang akan dimintai keterangan ke depan," tuturnya.

Menurut Dasco, permintaan Golkar untuk panggil Setnov secara mendadak menyalahi aturan. Sebab menurutnya MKD harus terlebih dahulu mengirimkan undangan.

"Gak bisa. Karena memang menurut tata beracara kita harus memberi pemberitahuan surat terlebih dahulu. Gimana kita kemudian mau panggil tapi suratnya belum," ujarnya.

Ditemui secara terpisah Anggota MKD dari Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding geram atas usulan dari Golkar dalam rapat tertutup itu. Ketika pintu ruang sidang dibuka, Sudding langsung setengah berlari menjauh dari tempat sidang. Sudding juga menduga ada kesengajaan dari Golkar untuk mengatur jalannya pemeriksaan Setnov.

"Saya bingung di MKD ini. Haduh. Haduh. Kalau jam 1 begini mau memeriksa Pak Setya Novanto ada apa itu. Ada pengkondisan atau apa," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP