Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan Komjen BG dan Komjen Suhardi tak hadiri upacara Budi Waseso

Alasan Komjen BG dan Komjen Suhardi tak hadiri upacara Budi Waseso Perwira Tinggi Polri naik pangkat. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Deretan jenderal bintang tiga Mabes Polri menghadiri upacara kenaikan pangkat Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Budi Waseso menjadi komisaris jenderal. Perwira tinggi berpangkat inspektur jenderal dan brigadir jenderal juga hadir dalam acara itu.

Terlihat Irwasum Komjen Dwi Priyatno, Kabarharkam Komjen Putut Eko Bayuseno dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar. Namun tidak terlihat Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan (BG) dan Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Suhardi Alius.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Ronny Franky Sompie, ketidakhadiran keduanya karena kesibukannya masing-masing. Ronny mengatakan, Budi Gunawan tak hadir lantaran sedang menghadiri acara di Lembaga Pendidikan Polri.

"Pak BG seingat saya membuka seminar di PTIK pukul 07.00 WIB tadi dan waktunya berbarengan dengan acara ini," kata Ronny usai acara kenaikan pangkat para Pati di ruang rapat utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/2).

Selain sedang mengikuti kegiatan di Lemdikpol, Ronny mengatakan juga Budi Gunawan tengah fokus mempersiapkan gugatan praperadilan kasusnya.

"Kalau itu personal, mungkin ada kegiatan. Kalau Pak BG mungkin sedang konsentrasi gugatan praperadilan yang ditunda kemarin itu," kata Ronny.

Sedangkan saat disinggung ketidakhadiran Suhardi Alius, Ronny mengaku tak mengetahui alasan ketidakhadiran mantan Kabareskrim tersebut.

"Kalau Pak Suhardi belum tahu alasannya. Mungkin ada acara lain, atau misalnya diminta menjadi narsum seperti Pak BG (Budi Gunawan)," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Sejak lengser sebagai Kabareskrim, Suhardi seperti hilang tanpa jejak. Tudingan jenderal pengkhianat di Polri sepertinya dialamatkan ke mantan Kapolda Jawa Barat itu. Adalah Waseso yang pertama membuat pernyataan itu.

Tersiar kabar jika data PPATK menjadi dasar KPK mengusut kasus rekening gendut Budi Gunawan. Suhardi pun dituding sebagai orang yang membocorkan data tersebut.

"Jadi sampai sekarang masih dilakukan penyidikan di Propam Polri, apakah betul ada dugaan pengkhianatan itu. Kalau hasilnya ada kita lakukan tindakan sesuai dengan yang dilakukan," tegas Wakapolri Komjen Badrodin Haiti di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/2).

Sementara itu Komjen Budi Gunawan juga lama tak terlihat. Semenjak polemik pencalonan dirinya mencuat, BG jarang terlihat di Mabes Polri.

(mdk/gib)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP