Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan keamanan, 500 mahasiswa Indonesia di Yaman belum dievakuasi

Alasan keamanan, 500 mahasiswa Indonesia di Yaman belum dievakuasi Menlu Retno Marsudi. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan pemerintah sudah mengevakuasi 792 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Yaman. Evakuasi itu dilakukan menyusul situasi di Yaman mulai mencekam.

"Januari ada 332 WNI yang diselamatkan, kemudian Februari 148, sekarang 302 ada di Jisan dan akan dievakuasi ke Muscat. Total yang sudah dievakuasi 792 orang," kata Retno kepada wartawan di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (5/4).

Retno mengaku dalam evakuasi itu pihaknya sudah menentukan tim diplomat yang memiliki kemampuan dalam evakuasi. Tak hanya itu, timnya pun ahli dalam berbahasa Arab.

Lebih lanjut, dia menuturkan saat ini tim evakuasi sudah melakukan komunikasi dengan beberapa mahasiswa yang berasal dari Indonesia.

"Kita tentukan tim diplomat yang ahli dalam evakuasi dan mampu berbahasa Arab. (Tim evakuasi) Sudah bertemu dengan mahasiswa kita di sana. Untuk mengimbau teman-teman mahasiswa agar mau dievakuasi," ungkapnya.

Namun, Retno mengaku kalau tim evakuasi belum bisa mengevakuasi 500 mahasiswa yang berad di Al Musallah. Menurut Retno, hal itu disebabkan oleh situasi yang tidak memungkinkan.

Meski demikian, Retno menegaskan kalau pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak Al Musallah agar mengamankan 500 mahasiswa tersebut.

"Ada 500 mahasiswa di Al Musallah yg saat ini tim kami belum bisa karena alasan keamanan. Tapi kita sudah komunikasi dengan pihak Al Musallah untuk setup evakuasi," imbuhnya.

"Jadi rencananya dari Karim akan ada 58 mahasiwa kita yang sudah siap dievakuasi, sedangkan di Al Musallah ada sekitar 40an dievakuasi," tambahnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP