Akui anak buahnya pukul mahasiswa, Kapolresta Manado minta maaf
Merdeka.com - Kapolresta Manado, AKBP Suprayitno, akhirnya buka suara soal aksi pemukulan dilakukan polisi terhadap mahasiswa, dalam demo damai Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), pada Rabu (1/6) lalu. Dia membenarkan ada anak buahnya melakukan tindakan berlebihan itu.
"Ternyata berdasarkan hasil penyelidikan terbukti ada anggota Polri yang melakukan pemukulan pada saat pengamanan di DPRD Kota," kata Suprayitno kepada awak media di Mapolresta Manado, Jumat (3/6).
Suprayitno lantas meminta maaf kepada GMKI atas tindakan anak buahnya, dan berjanji akan menindak tegas sesuai proses hukum yang berlaku.

"Yang diperiksa semua sudah 17 orang, dan sebagai pimpinan saya meminta maaf kepada teman-teman mahasiswa atas tindakan anggota saya. Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali," ujar Suprayitno.
Pada Rabu lalu, GMKI melakukan aksi unjuk rasa damai di gedung DPRD Manado. Aksi itu bertepatan dengan Hari Pancasila. Mereka memprotes anggota dewan berinisial CL. Sebab, CL tersangkut kasus narkoba tetapi masih tetap berkantor seperti biasa.

Dalam demo itu, mahasiswa masuk dalam ruang paripurna, setelah sebelumnya mencoret papan nama anggota dewan asal Partai Demokrat dengan cat semprot.
Entah berawal darimana, tiba-tiba polisi terlibat bentrok dengan anggota GMKI. Buntutnya, mahasiswa menjadi korban pemukulan anggota. Beberapa korban dilarikan ke rumah sakit akibat luka, dan sebagian diamankan ke Mapolresta Manado.
(mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya